Soal Potensi Wisata yang Melimpah di Banten, Kadispar Minta Masyarakat Jangan Jadi Penonton

Pariwisata  SELASA, 13 JUNI 2017 , 10:32:00 WIB

Soal Potensi Wisata yang Melimpah di Banten, Kadispar Minta Masyarakat Jangan Jadi Penonton

Pulau Umang/Net

RMOL. Selain dikenal dengan budaya debusnya, Banten juga menyimpan eksotisme alam nan indah. Tak heran jika ke Ujung Jawa ini, pengunjung akan disuguhi spot destinasi wisata, mulai dari wisata alam, atraksi budaya, sejarah, wisata religi, taman bermain, hingga Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Di Banten Selatan misalnya, terdapat Pantai Sawarna dan Pasir Putih di Kecamatan Bayah, Pantai Bagedur di Kecamatan Malingping, Kebun Teh Cikuya, Suku Baduy, hingga upacara Adat Seren Taun di Cisungsang. Semuanya terletak di Kabupaten Lebak.

Di Pandeglang, terdapat Pantai Pasir Putih Tanjung Lesung yang memesona. Pada Februari lalu, Pemerintah Republik Indonesia meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sebagai kawasan pariwisata kelas dunia. Penetapan KEK Tanjung Lesung tentu menjadi magnet bagi para investor dalam menanamkan modalnya di Banten.  Bahkan, baru-baru ini, perwakilan kerajaan Arab mengunjungi Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata yang potensial untuk investasi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati. Dalam kesempatan itu Eneng mengatakan, selain memiliki peluang yang bagus, peluang sektor pariwisata di Banten juga harus dimanfaatkan oleh ekonomi kreatif masyarakat sekitar, sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Destinasi wisata di Provinsi Banten ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan wisata tersebut adalah Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang.

Tanjung Lesung masuk dalam 10 destinas strategis nasional. Perkembangan wisata Tanjung Lesung akan sangat cepat, masyarakat Banten jangan hanya menjadi penonton,” jelasnya saat menjadi narasumber Dialog Investasi yang diselenggarakan DPMPTSP Provinsi Banten, Jumat (9/6), di Kota Serang.

Untuk itu, kata Eneng, Dinas Pariwisata Provinsi Banten saat ini tengah melakukan identifikasi potensi destinasi-destinasi yang ada di luar Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana, dari sisi investasi, minat investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata dapat dilihat dari tren investasi hotel dan restoran yang terus meningkat. Dijelaskan, di triwulan I 2016 investasi pariwisata  sektor Hotel dan Restoran sebanyak 18 proyek dengan realisasi Rp. 70,4 miliar. Tahun  2017 triwulan 1 ini sudah 25 proyek dengan realisasi Rp. 189,4 miliar.

Sektor pariwisata masih menarik bagi investor. Ditambah dukungan proyek infrastrktur seperti jalan tol. Dari aspek perizinan, seperti sektor lainnya, pariwisata juga kita permudah sesuai prinsip PTSP,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Banten, sebanyak  204 Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) berada di Banten dengan rincian 84 objek wisata alam, 34 wisata sejarah dan budaya, 24 wisata buatan, 9 objek wisata living culture, dan 48 wisata atraksi kesenian. Keragaman potensi tersebut adalah bukti kekayaan potensi pariwisata di Banten sebagai sektor yang memiliki daya ungkit bagi pembangunan daerah.

Keragaman potensi tersebut tidak akan ‘tersentuh’ oleh wisatawan apabila promosi wisata tidak gencar dilakukan. Banten memiliki potensi yang bisa dijual sebut saja Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sawarna, Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Anyer, dan Arung Jeram Sungai Ciberang.[Imn]


Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

Jokowi Optimis Meski Utang Bertambah

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

Tender BBM Kerdilkan Pertamina

Tender BBM Kerdilkan Pertamina

RABU, 16 AGUSTUS 2017 , 21:00:00