Surahmat : Banyak Fakta Belum Diungkap Dalam Kasus Tunda

Hukum  SENIN, 19 JUNI 2017 , 13:58:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Surahmat : Banyak Fakta Belum Diungkap Dalam Kasus Tunda

Hadian Surahnat. SH, pengacara terdakwa Tata Sopandi dalam Kasus Tunda Dindikbud Pandeglang/Doc

RMOL. Hadian Surahmat  pengacara Kasus Tunjangan Daerah (Tunda) yang menjerat Kliennya (Tata Sopandi) menjelaskan Terdapat beberapa oknum pegawai,sampai pejabat setingkat Eselon II-B, yang sebenarnya terlibat dalam kasus Tunda Dindikbud Pandeglang.


Seperti halnya sempat disampaikan olehnya, pada saat pembacaan Nota Keberatan, atau Epsepsinya dalam sidang lanjutan kasus Tunda di Pengadilan Tipikor-Serang, beberapa waktu lalu, yang menyebutkan beberapa nama pejabat Pandeglang, sebenarnya sangat berandil besar dalam proses pencairan dana tunda fiktif itu.


"Sebuah fakta-fakta penting yang tidak diungkap dalam surat dakwaan. Namun, terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan yang tidak diurai oleh Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya. Seperti, tentang bagaimana proses dan waktu penyusunan rencana kerja anggaran (RKA) tunda, sampai dengan menjadi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di Dindikbud 2010-2015," jelas Surahmat, Senin (19/6/2017).


Dijelaskannya juga, dari tahun 2010-2015,  Dindikbud tidak pernah membuat RKA yang berkaitan dengan tunda atau belanja tidak langsung. Sehingga pihaknya menduga RKA tersebut dibuat oleh oknum-oknum yang ada di DPKPA (saat ini bernama BPKD). Yang mana seharusnya RKA itu, disusun dan dibuat oleh SKPD bersangkutan.


"Sebenarnya hal tersebut sangat penting untuk diungkap, guna menemukan kebenaran materil, siapa sebetulnya yang harus bertanggung jawab dan dimintakan pertanggungjawabannya dalam perkara ini," tegasnya.


Menurutnya, dalam pengungkapan kasus tersebut kejaksaan dinilai masih tebang pilih. Sebab, masih ada beberapa pejabat yang di duga terlibat ternyata tidak ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi hanya menjadikan orang-orang bawahannya, sebagai korban dalam kasus tunda tersebut.


"Yang sangat berperan penting dalam kasus ini adalah Illa. Dia yang mengetahui persis aliran dana tersebut, sebab dia sebagai bawahan yang dekat dengan alm Margono, yang saat itu sebagai Bendahara dan pernah juga sebagai Kasubag Keuangan Dindikbud Pandeglang," tambahnya.


Disamping itu semua, Surahmat juga menyebutkan beberapa nama oknum pegawai sampai pejabat setingkat Eselon II-B, yang sebenarnya diduga terlibat dalam kasus tersebut, seperti halnya nama-nama yang ia sebutkan pada saat membacakan Epsepsinya di Pengadilan Tipikor-Serang, nama-nama itu, diantaranya Dindin Fahrudin (DF) Kabag Anggaran DPKPA 2009-2015, Illa Nuriawati (IN) Pengelola Kegiatan Tunda dan Gaji , Ramadani (Rmd) Kepala DPKPA 2013-2015, Pardjio Sukarto (PS) Kepala DPKPA 2010-2013 , Kurnia Satriawan (KS) Kepala DPKPA 2015, Riza Ahmad Kurniawan (RAK) Kasi Penyusunan Anggaran DPKPA 2009-2011, dan Dadan Tafif Danial (DTD) eks Kepala Dindikbud Pandeglang.[dho]


Komentar Pembaca
Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

JUM'AT, 01 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 17:00:00