Jumlah Pengidap HIV AIDS di Pandeglang Meningkat

Kesehatan  JUM'AT, 07 JULI 2017 , 18:19:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Jumlah Pengidap HIV AIDS di Pandeglang Meningkat

Agus Heryawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, pada Dinkes Pandeglang/Daday

RMOL. Pengidap penyakit HIV dan AIDS di Kabupaten Pandeglang, mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2015, terdata pasien positif HIV AIDS berjumlah 27 orang, sedangkan pada tahun 2016-nya, mengalami penambahan sebanyak 6 orang, atau menjadi 33 orang yang dinyatakan positip HIV AIDS dan di tahun 2017 ini, Dinas Kesehatan Pandeglang, mengaku belum mendapatkan loporan kembali, terkait kasus HIV AIDS tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Agus Heryawan, yang ditemui di ruang kerjanya. Menjelaskan. Data yang diperolehnya tersebut, hasil dari pelaporan pihak Puskesmas, maupun Rumah Sakit, ketika pasien yang terjangkit berobat.

"Data itu kita peroleh dari hasil laporan tim kita di Puskesmas atau Rumah Sakit, ketika ada pasien yang dinyatakan positip HIV maupun AIDS, pada pemeriksaan awal. Sedangkan untuk jumlah pasti secara keseluruhan se-Kabupaten Pandeglang, kita tidak mendatanya. Bisa saja lebih banyak lagi, atau memang hanya segitu," jelas Agus, Jumat (7/7/2017).

Sedangkan terkait penanganan yang selama ini dilakukan Dinkes Pandeglang, dijelaskan Agus, lebih dikhususkan pada penyembuhan penyakit yang mengikutinya, seperti TBC maupun penyakit-penyakit lainnya, yang disebabkan karena menurunnya daya tahan tubuh.

"Pengobatan terhadap pasien yang dinyatakan positip HIV maupun AIDS, saat ini belum ada obat atau anti virus yang bisa menyembuhkan HIV AIDS tersebut, pengobatan ini kita lakukan pada penyakit-penyakit ikutan nya, yang menyerang kekebalan tubuh. Kan virus ini yang di serang daya tahan tubuh, sehingga tubuh kita lebih mudah terkena virus lainnya," tegasnya.

Diakuinya juga, bahwa pihaknya belum bisa melakukan tindakan prefentif atau pencegahan, terhadap penyebaran virus HIV AIDS tersebut, karena diakuinya, selain dilematis pada penerapan pencegahannya, juga tidak adanya program khusus dari instansinya.

"Didaerah kita sangat dilematis dalam upaya sosialisasi pencegahan, karena bila kita lakukan itu, kita dianggap melegalkan tindakan asusila, tapi kalu ini tidak kita lakukan, ini makin menghawatirkan. Ditambah lagi, Dinkes tidak mengkhususkan program untuk itu saja, kita lebih pada secara pencegahan dan penanggulangan penyakit secara umum," tambah Agus.[dho]

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 21:00:00