Fraksi Nasdem Anggap Bupati Tidak Paham Bacakan LPj

Politik  SENIN, 10 JULI 2017 , 19:05:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Fraksi Nasdem Anggap Bupati Tidak Paham Bacakan LPj

Fraksi Nasdem saat menyampaikan pandangan Fraksi, dalam Sidang Paripurna DPRD Pandeglang, Senin (10/7)/Daday

RMOL. Laporan Pertanggungjawaban (LPj), Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016 Kabupaten Pandeglang, dikritik sejumlah fraksi yang ada di DPRD, terutama terkait rendahnya serapan anggaran 2016, hingga terdapat Silpa sebesar Rp. 282 miliar. Bahkan, Bupati Irna pun disinggung, tidak paham cara membaca dan menyampaikan LPj tersebut.

Dadi Rajadi, selaku Juru bicara dari Fraksi Nasdem, mengatakan. Kendatipun Pemkab Pandeglang berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, namun tingginya angka Silpa yang ada, patut menjadi perhatian khusus, agar serapan anggaran pada tahun berikutnya, bisa lebih maksimal.

"Jangan berbangga dengan WTP, selama resapan anggaran belum maksimal. Maka dari itu, Pemkab harus menyikapi keadaan Silpa tahun 2016 sebesar Rp. 282 miliar tersebut. Sehingga bisa menjadi pelajaran dan catatan pada tahun-tahun berikutnya," papar Dadi dalam penyampaian Pandangan Fraksi Nasdem, di Gedung DPRD Pandeglang, Senin (10/7/2017).

Selain itu pun, Fraksi Nasdem juga menyoroti soal tata cara penulisan Nota Pengantar Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2016, yang disampaikan bupati pada beberapa waktu lalu. Pasalnya, diakhir pembacaan nota tersebut, bupati justru membaca Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dengan dialek bahasa Inggris.

"Padahal itu hanya singkatan, sebab akan berbeda artinya apabila dibaca dengan ejaan Bahasa Inggris," tuturnya mengingatkan.

Atas dasar itu, Fraksi Nasdem menilai jika bupati tak paham, cara membaca dan menulis laporan pertanggungjawaban. Sehingga Fraksi Nasdem menyarankan, agar bupati berkonsultasi terlebih dahulu dengan Tim Penyusun, ketika akan membaca laporan, supaya tidak lagi terjadi kesalahan.

"Kedepan, saudari bupati berkonsultasi dulu dengan Tim Penyusun saat akan membacakan laporan, agar tidak terjadi kesalahan yang sama pada pembacaan-pembacaan berikutnya," pesannya.[dho]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00