Pemda Berupaya Antisipasi Dampak Negatif Bisnis Kepariwisataan

Pariwisata  SELASA, 11 JULI 2017 , 13:37:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Pemda Berupaya Antisipasi Dampak Negatif Bisnis Kepariwisataan

Joyce Irmawanti, Kepala Administrator KEK Tanjung Lesung, di ruang kerjanya/Daday

RMOL. Kabupaten Pandeglang yang saat ini sedang menata diri, dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepariwisataan. Terutama dalam mendukung tercapainya program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kepariwisataan di Tanjung Lesung yang secara bersamaan juga dapat memberi dampak negatif pada sosial budaya masyarakatnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, saat ini sedang meramu cara mengantisipasi dampak negatif pariwisata, agar karakteristik Pandeglang yang dikenal sebagai Daerah religi tetap terjaga.

"Dalam bisnis kepariwisataan, pasti terdapat madharatnya (kerugian), terutama pada sosial budaya masyarakat. Tapi ini bukan alasan, untuk kemudian kita tidak mendukung kemajuan sektor kepariwisataan. Kita (Pemda Pandeglang) bersama MUI setempat, terus lakukan sosialisasi ke camat-camat di Buffer Zone, bahwa kita akan menjadi modern, peradaban semakin maju, tapi kita ini sebagai kota santri, kota alim ulama, kita jaga kampung kita, jaga daerah kita supaya kondusif. Dengan tetap kita buka lebar-lebar pintu masuk, bagi para investor ke Pandeglang ini," jelas Irna Narulita, Bupati Pandeglang, Selasa (11/7/2017).

Dikatakannya juga, salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Pandeglang, dengan cara menjaga lingkungan tetap bersih dan rapih, yang dimulai dari pekarangan rumah warga, serta terus menjaga budaya religi daerah, yang dikenal sebagai kota sejuta santri, seribu ulama.

"Budaya masyarakat buang sampah sembarangan, tidak ramah, dan sebagainya, mulai saat ini mari kita rubah, ajak bersama-sama, sosialisasi supaya ramah terhadap tamu, menjaga lingkungan tetap bersih. Dan terus jaga marwah Pandeglang, sebagai daerah yang sarat akan unsur religinya ini," himbaunya.

Sementara itu, Kepala Kantor Administrator Kawasan Ekonomo Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Joyce Irmawanti menuturkan, salah satu upaya untuk mengantisipasi dampak negatif pariwisata, adalah dengan melarang adanya penggunaan miras secara terang-terangan atau di kalangan publik.

"Kami di Administrator tidak menerbitkan izin impor miras, itu upaya kami dari Pemda, dalam upaya mencegah yang dikhawatirkan itu," tegas Joyce.

Dijelaskannya juga, saat ini pihaknya kesulitan dalam melarang penggunaan miras, jika sifatnya pribadi. Karena hal tersebut, merupakan privasi seseorang, bahkan hal tersebut tidak hanya terjadi di KEK Tanjung Lesung, tapi di setiap lokasi pariwisata.

"Selama sifatnya individu, tidak di zona bebas, itu tidak bisa kita larang. Karena hak privasi, pariwisata di semua daerah seperti itu, asal tidak memfasilitasi, kemudahan mengimpor miras, itu sangat kami jaga. Kita tidak ingin KEK menjadi pintu masuk miras, tapi juga tidak menafikan privasi dari wisatawan, terutama wisatawan asing," tandas Joyce.[Imn]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00