FKMMN Desak Polres Lebak Usut Tuntas Pungli Di TPI Binuangeun

Hukum  RABU, 12 JULI 2017 , 08:14:00 WIB | LAPORAN: RA. SUDRAJAT

FKMMN Desak Polres Lebak Usut Tuntas Pungli Di TPI Binuangeun

Kapolres Lebak, AKBP. Dani Arianto/Ajat

RMOL. Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Mandiri dan Nelayan (FKMMN) dan seluruh elemen masyarakat (Nelayan) Banten Selatan, khususnya TPI Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak mendesak Polres Lebak untuk mengusut tuntas pungli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam. Hal itu disampaikan salah satu pengunjuk rasa dari FKMMN, Angga Permana saat orasi dalam aksi unjukrasa di depan kantor Bupati Lebak, Selasa, (11/07/2017).

Dipaparkan Angga, dalam Peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2010, sudah jelas tertulis bahwa retribusi yang dibebankan dalam lelang hanya 3%, yang dimaksud sebagai pendapatan asli daerah dari sektor kelautan dan perikanan (penangkapan ikan).

"Kami FKMMN dan seluruh elemen masyarakat (Nelayan) Banten Selatan, khususnya TPI Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, menuntut kepada Polres Lebak dan Bupati Lebak untuk mengusut tuntas dan mempidanakan terhadap orang-orang yang memiliki keterlibatan dari hasil kejahatan atas pungli sebesar 5% di TPI Binuangeun. Pungutan 5% itu diluar aturan atau berlawanan dengan Perda yang ada," teriak Angga Permana.

Sementara itu, Kapolres Lebak, AKBP. Dani Arianto, saat menemui para pendemo di depan pintu kantor Bupati Lebak, mengaku sudah memeriksa 15 orang terkait dugaan pungutan liar (pungli), yang terjadi di Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Dijelaskan Kapolres Lebak, kasus dugaan pungli yang saat ini tengah ditangani adalah limpahan dari Polda Banten dan masuk ke Polres Lebak sejak awal Ramadan atau pada Bulan Juni 2017 lalu.

"Sudah 15 orang yang sudah kita periksa, 10 dari pemilik kapal dan 5 lainnya dari luar," ujar Dani.

Pihaknya, lanjut Kapolres Lebak, akan fokus menangani perkara tersebut, termasuk perkara dugaan penjualan beras bantuan bagi para nelayan Binuangeun, yang sebelumnya juga sudah dilaporkan kepada pihaknya.

"Karena ini permintaan masyarakat, saya akan fokus dan kalau niatnya untuk mencari keadilan, akan saya dukung, tapi kalau ada kepentingan usaha, saya tidak akan dukung. Karena, saya mendengar ada persaingan usaha disini, makanya kalau ini demi keadilan akan saya proses," ungkap Kapolres Lebak.[dho]



Komentar Pembaca
Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Menteri PUPR Bersihkan Danau Rawa Pening

Menteri PUPR Bersihkan Danau Rawa Pening

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Buwas Jadi Cagub Jateng?

Buwas Jadi Cagub Jateng?

JUM'AT, 15 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00