Jenderal Gatot Nurmantyo : Kita Menjadi Bangsa Pemenang Atau Pecundang

Nusantara  SENIN, 17 JULI 2017 , 14:32:00 WIB

Jenderal Gatot Nurmantyo : Kita Menjadi Bangsa Pemenang Atau Pecundang

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, saat pidato kebangsaan di UIN Banten/Dho

RMOL. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hadir pada launching logo baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten dan menyampaikan pidato kebangsaan tentang kompetensi global.

"Saya ingin menyampaikan tentang hal yang sangat perlu kita pahami bersama bahwa kita hidup pada tantangan dan peluang, apa kita menjadi bangsa pemenang atau bangsa pecundang dalam kompetensi global,"  Ujar gatot di hadapan ribuan Mahasiswa dan Dosen.Senin (17/7/2017)

Gatot menambahkan bahwa kapasitas bumi sudah Overload dengan jumlah penduduk bumi saat ini mencapai 7,5 milyar jiwa, menurutnya begitu cepat pertambahan penduduk sejak tahun 1800 jumlah penduduk hanya berjumlah 1 milyar , kemudian dari 1 milyar ke 2 milyar memerlukan waktu 130 tahun, tetapi setelah 2 milyar untuk bertambah 1 milyar lagi hanya perlu waktu  30 tahun, dan setelah 3 milyar untuk menjadi 4 milyar hanya perlu waktu 15 tahun, hingga pada tahun 2011 penduduk dunia sudah 7 milyar. Sedangkan kapasitas bumi untuk bisa orang hidup normal hanya 3-4 milyar. "Dunia tidak bertambah luas, yang ada makin hari makin sempit," ujarnya.

Maka menurutnya dengan jumlah penduduk yang overload minyak akan cepat habis, ketikia minyak habis maka menyebabkan gaya hidup orang berubah.

"Mungkin kalau mahasiswa mahasiswi Tanya, kamu lebih baik tidak ketemu sama pacarmu satu jam atau tidak megang Hp satu hari, pasti milihnya lebih baik tidak ketemu pacar tapi megang Hp, Karena Bisa Video Call," Ungkap Gatot di sambut tawa dan tepuk tangan audien.

Contoh lain yang bias diambil dari kemajuan teknologi adalah bagaimana perusahaan sekarang bias memanfaatkan teknologi dan berhasil menjadi perusahaan besar, ia mengambil beberapa contoh layanan jasa.

"Sekarang ada perusahaan taksi tapi dia tidak punya taksi, hanya mengendalikan melalui teknologi, apa itu? Uber. Perusahaan itu tidak punya satupun taksi tapi beroperasi dimana-mana," ujarnya.

Dengan kemajuan teknologi seperti itu, ia berpesan masyarakat Indonesia harus siap dengan kompetensi global terkhusus mahasiswa yang menurutnya harus mempunyai mimpi yang besar. [dho]



Komentar Pembaca
Akhirnya Program Ini Diresmikan

Akhirnya Program Ini Diresmikan

SABTU, 22 JULI 2017 , 21:00:00

PDIP Peringatkan Gatot

PDIP Peringatkan Gatot

JUM'AT, 21 JULI 2017 , 19:00:00

Tiongkok Harus Menghormati

Tiongkok Harus Menghormati

RABU, 19 JULI 2017 , 21:00:00