Kumaedi : Kami Pesimis Target PAD Pandeglang Bisa Tercapai

Kota Serang  SENIN, 17 JULI 2017 , 14:41:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Kumaedi : Kami Pesimis Target PAD Pandeglang Bisa Tercapai

Kumaedi, Anggoto DPRD Pandeglang, dari Fraksi PKB/Daday

RMOL. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Kumaedi, dari Fraksi PKB mengaku pesimis, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang bisa mencapai target. Pasalnya, potensi PAD dari Pajak saja, sampai triwulan baru mencapai Rp. 13.99 milyar, dari target sebesar Rp. 34.78 milyar, atau baru mencapai 40.24 persen.

Kumaedi mengatakan, permasalahan sebenarnya terletak pada kurang tegasnya petugas dalam menjalankan peraturan yang berlaku, dirinya meyakini target PAD tidak akan bisa tercapai jika pemerintah tidak tegas dalam menjalankan peraturan.

"Jika dalam penegakan aturan kurang tegas, maka akan selalu ada permasalahan, apa pun bentuknya, terutama dalam penerapan aturan pencapaian target PAD. Terutama ketika adanya beking, atau perlindungan dari pihak ketiga, Pemkab takut pada pihak ketiga, ada jawara, juga takut pada jawara. Kalau misalnya seperti itu, mana mungkin mencapai target kita," tegas Politisi PKB ini, Senin (17/7/2017).

Dikatakannya Kumaedi, selain kurangnya ketegasan dari Pemerintah dalam menerapkan, dan melaksanakan aturan yang ada, juga diduga adanya kebocoran anggaran, pada saat penerapan aturan capaian PAD tersebut. Maka dari itu, pihaknya menekankan, Pemkab melalui instansi-instansi terkaitnya, untuk bertidak tegas, pada pihak-pihak yang memiliki kewajiban pajak, maupun pada sektor pendapatan yang potensial, agar tercapai target PAD Pandeglang di tahun 2017 ini.

"Bisa saja dalam pencapaian target PAD tersebut, terjadi kebocoran-kebocoran pada saat pelaksanaanya. Kenapa bisa terjadi kebocoran, karena sumber PAD nya itu milik orang kuat, pejabat, atau dilindungi preman maupun jawara, sehingga timbul bahasa segan, takut bermasalah, atau yang lainnya. Seperti halnya target PAD Parkir di kawasan Pasar Pandeglang, yang kemungkinan besar, bisa didongkrak hingga Rp. 100 juta/tahun nya," tandas Kumaedi.

Menurutnya, jika peraturan itu dijalankan dengan baik, dari retribusi parkir saja dirinya meyakini bisa mencapai angka Rp. 1 miliar/tahun. Maka dari itu Kumaedi berharap, kedepan capaian target PAD bisa lebih baik lagi. Ia juga menyarankan kepada pihak terkait untuk melakukan pendataan ulang pada hotel atau penginapan yang sekarang sudah ada.

Sebelumnya, Utuy Setiadi, Kepala Badan Penerimaan Pajak Daerah (BP2D) Pandeglang, sempat menegaskan. Penetapan target PAD Pandeglang, dari sejumlah obyek pajak yang ada di instansinya tersebut, sudah ditetapkan sebelum pihaknya menjabat Kepala BP2D. Sehingga target itulah yang saat ini sedang diupayakan, untuk dapat tercapai, disamping terus mendata potensi pajak lainnya, yang bisa dijadikan PAD kedepannya.

"Saya menjabat Kepala BP2D Pandeglang, target PAD dari 11 obyek pajak sudah ditetapkan. Dan itulah yang saat ini kita kejar, untuk tercapainya target kita, dan tidak ada kata segan, atau kata takut dalam penerapan aturan di kita, karena kita juga bekerja sesuai aturan. Terkait pendataan sumber PAD baru, saat ini sedang kita lakukan, tinggal dukungan dari aturannya saja, seperti halnya pajak untuk 'Homestay' yang harus kita masukan pada katagori pajak apa," jelas Utuy Setiadi, saat itu.[dho]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00