Ciptakan Pariwisata Bersih Dari STNK, PHRI Akan Teken MoU Dengan BNN

Pariwisata  SELASA, 25 JULI 2017 , 22:01:00 WIB

Ciptakan Pariwisata Bersih Dari STNK, PHRI Akan Teken MoU Dengan BNN

Ashok Kumar saat penandatanganna moU/Dho

RMOL. Pasca penggerebekan satu ton sabu di Anyer yang merupakan salah satu objek pariwisata di Banten. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berencana untuk membuat MoU atau Nota kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten,  guna mencegah beredarnya narkoba di lingkungan pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan PHRI.

Ashok Kumar, Ketua PHRI harian menyampaikan bahwa MoU dengan BNN sedang dirancang. Isi dari MoU itu ialah bagaimana menyatakan bahwa pariwisata di Banten itu bebas dari STNK atau Sampah, Teroris, Narkoba dan Korupsi. "Nanti kita ada MoU dengan BNN yang menyatakan pariwisata Banten itu bersih dari STNK atau Sampah, Teroris, Narkoba dan Korupsi," Ucapnya saat di temui wartawan pada acara halal bi halal PHRI Provinsi Banten di Puri Kayana, Kota Serang pada Selasa (25/7).

Ashok juga menyampaikan bahwa kasus penggerebekan sabu seberat 1 ton yang di sebut sebut akan berpengaruh pada industri perhotelan justru malah meningkatkan tingkat hunian hotel. "Banyak orang bilang imbas ke hotel, malah bagus. Tingkat hunian saya yang tadinya 60 langsung naik jadi 85 dari satu hari," Ungkapnya.

Ia menegaskan bukan berarti dengan hal seperti itu pihak nya berharap kejadian terulang. Tapi memang ia mengakui perairan di Banten sangat lemah.

Sugiono kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat pada BNN Banten membenarkan bahwa PHRI dan pihaknya akan ada MoU. Menurutnya MoU itu bukan berarti memberatkan satu pihak tetapi bagaimana ada komunikasi yang intens antara PHRI dan BNN dalam pencegahan narkoba. Bahkan untuk di tingkat pusat, antara PHRI dan BNN sudah terjalin kerjasama.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya dalam melakukan tugas bukan berarti mengganggu kegiatan pariwisata. "Kita sering operasi, kalau malam apakah di sanghiang atau marbella atau dimana, mungkin ga tiap hari. Tapi, kita juga ga menggannggu, pariwisata oke narkoba no," tegasnya.

Saat di tanya penemuan di tempat pariwisata ia menyampaikan banyak temuan. Karena menurutnya, narkoba tidak nampak kalau tidak di cari. "Ditempat pariwisata ya banyak, narkotika kalau ga di cari ya ga nampak," Pungkasnya. [dho]



Komentar Pembaca
Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

JUM'AT, 01 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 17:00:00