LPMP Kembali Tagih Janji DPRD Pandeglang

Politik  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 08:56:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

LPMP Kembali Tagih Janji DPRD Pandeglang

Agus Nurul Husna, salah seorang Kordinator Aksi dari LPMP/Daday

RMOL. Massa yang tergabung dalam Lingkar Pemuda dan Mahasiswa Pandeglang (LPMP), hari ini Jumat (11/8/2017) direncanakan akan kembali satroni Gedung DPRD Pandeglang guna menagih janji para anggota dewan yang akan menggunakan Hak Interpelasinya terhadap Bupati Irna Narulita, sesuai tuntutan LPMP yang disuarakan beberapa waktu lalu.

Kordinator LPMP, Agus Nurul Husna dalam keterangan Pers-nya mengatakan, aksi massa yang diusungnya kali ini tidak jauh beda dengan tuntutan awal, yang meminta para anggota DPRD Pandeglang untuk menggunakan Hak Interpelasinya. Karena menurutnya, para anggota dewan tersebut merupakan representasi dari masyarakat Pandeglang yang saat ini merasa kepemimpinan Irna-Tanto, sudah melenceng dari komitmen-komitmennya.

"Ada beberapa isu yang akan kita angkat dalam aksi kita kali ini, terutama terkait janji para anggota dewan yang akan menjadi perwakilan kami selaku warga Pandeglang guna menanyakan program-program Irna-Tanto, yang kami anggap sudah keluar dari rel pemerintahan. Dimana kebijakan-kebijakannya seakan tidak mencerminkan seorang pemimpin yang independent. Maka hak interpelasi adalah cara kami untuk tahu siapa Irna-Tanto sebenarnya," tegas Agus Nurul Husna, Kamis (10/8/2017) malam.

Dikatakannya juga, selain aksi massa yang rencananya akan melibatkan sedikitnya 500 massa dari mahasiswa, aktivis dan masyarakat ini. Pihaknya juga mengaku akan melakukan audiensi dengan para anggota DPRD Pandeglang, terkait sejumlah isu yang santer belakangan ini sebagai landasan para anggota dewan untuk menggunakan Hak Interpelasinya.

"Selain aksi massa, turun ke jalan dan mendatangi Gedung DPRD. Kita juga akan meminta waktu untuk audiensi dengan para anggota dewan tersebut, terkait tindak lanjut sejumlah kejanggalan yang terjadi belakangan ini. Mulai dari permasalahan OTT Disdukcapil, adanya dugaan mafia proyek, mutasi dan rotasi pejabat yang kental aroma transaksional, perencanaan pembangunan yang carut marut, pembangunan Rumah Sakit Pratama yang berada di Sepadan Sungai, pembangunan TPA Cigeulis, dan masih banyak lagi," tambahnya.

Sementara Elfan Winata, yang juga selaku Kordinator aksi menegaskan, tuntutan LPMP sangat jelas, yakni menuntut anggota DPRD Pandeglang untuk segera menggunakan Hak Interpelasinya dengan modal yang akan diberikannya pada saat audiensi. Yakni sejumlah isu yang membuat Pandeglang menjadi carut-marut dan amburadul, baik sektor pembangunan, kebijakan maupun hukum.

"Kita hanya meminta para anggota DPRD Pandeglang, untuk segera gunakan Hak Interpelasinya. Karena kalau hak itu tidak juga mereka gunakan, jangan salahkan kami ketika hak itu kami yang gunakan dengan cara kami sendiri. Kami sudah terlalu jenuh dengan kepemimpinan Irna-Tanto, yang terkesan hanya menjadi boneka dari dagelan sang wayang," tegas Elfan. [imn]

Komentar Pembaca
Zulhas Jadi Prioritas Capres PAN

Zulhas Jadi Prioritas Capres PAN

SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 19:00:00

Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?

Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 , 17:00:00

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 21:00:00