Kapolres Pandeglang Pun Prihatin, Pristiwa Pembakaran di Bekasi

Daerah  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 07:26:00 WIB

Kapolres Pandeglang Pun Prihatin, Pristiwa Pembakaran di Bekasi

AKBP Ary Satriyan, Kapolres Pandeglang

RMOL. Terkait viralnya kasus yang sangat memilukan, terhadap seorang pria yang dibakar hidup-hidup, lantaran dituduh sebagai pelaku pencurian amplifier, milik Mushala Al-Hidayah, di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu, menggugah keprihatinan sejumlah pihak, bahkan Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan pun, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut.

Hal itu menurut Kapolres, akibat mulai menipis dan hilangnya, rasa kemanusian sebagian masyarakat dewasa ini. Ini pun menurutnya, dipicu oleh kebiasaan masyarakat, yang sering menonton tayangan film yang keras dan berbau radikal.

"Bisa jadi memang mereka kelakuannya seperti itu. Belum jelas pembuktiannya, sudah dihajar. Itu karena kebiasaan menonton film yang keras, radikal, akhirnya timbul jiwa seperti itu. Akses teknologi membuat hilang rasa kemanusiannya," jelas Kapolres Pandeglang ini, Jumat (11/8/2017).

Dikatakannya juga, saat ini masyarakat Indonesia terkesan semakin mudah dihasut, maupun terprovokasi, hingga menimbulkan gesekan konflik. Seharusnya masyarakat bisa mengontrol emosi, agar tidak main hakim sendiri, ketika menemukan pelaku tindak pidana. Dan meminta masyarakat untuk langsung melaporkan ke polisi, jika menemukan peristiwa serupa.

"Baru diteriaki maling sudah ditangkap dan dibakar, padahal belum tentu. Orang yang bersalah saja masih punya hak untuk membela diri, apalagi kalau belum terbukti. Sementara kan sudah ada aturan hukum siapa yang menangani saat terjadi bentuk tindak kejahatan," ujarnya kesal.

Kapolres mengungkapkan, berkaca pada peristiwa di Bekasi, maka pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menyerahkan segala bentuk penanganan tindak pidana ke pihak kepolisian. Dan ia berharap kejadian serupa tidak terjadi diwilayah hukum Pandeglang.

"Saya mengimbau agar kejadian di Bekasi tidak terjadi di Pandeglang. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Namun kalau di Pandeglang, kesadaran melaporkannya masih tinggi. Pandeglang masih aman, kalau ada apa-apa masih mau melapor atau menangkap dan diserahkan kepolisi," tutur Ary.

Sedangkan untuk mengantisipasi kejadian serupa, mantan Kabag Binkar SDM Polda Banten itu menekankan Bhabinkamtibmas mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme penanganan hukum. Elemen masyarakat lain seperti guru, pimpinan pondok pesantren, alim ulama juga perlu memberi pemahaman kepada masyarakat agar menghargai proses hukum.

"Ini bukan hanya tugas polisi, tetapi semua pihak seperti guru, pimpinan pondok pesantren, alim ulama perlu memberi pencerahan supaya bersih, supaya tidak sakit hatinya. Bhabinkamtibmas juga perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perlunya penegakan hukum secara aturan, tidak bisa main hakim sendiri, semua manusia punya hak asasi," pesan Kapolres.[dho]



Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 21:00:00