Sungai Cijedang, Riwayatmu Kini

Kota Serang  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 11:42:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Sungai Cijedang, Riwayatmu Kini

Sungai Cijedang, berada di Kampung Cikadu-Panimbang/Daday

RMOL. Sejumlah obyek wisata yang dimiliki Kabupaten Pandeglang, sebenarnya sangat potensial, bila terkelola dengan profesional. Sehingga mampu menimbulkan 'Multiplier Effect' secara positif, baik bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), maupun bagi masyarakat sekitar pada umumnya. Dan hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah setempat, guna mewujudkan salah satu visi pembangunannya.

Seperti halnya potensi obyek wisata yang berada di zona penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kepariwisataan, atau di Kampung Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, yang memiliki bermacam daya tarik wisata, yang belum terkelola secara maksimal. Seperti halnya wisata Alam Sungai Cijedang, Kuliner, Aksesoris, Pantai, maupun Budaya-nya.

Sebuah destinasi wisata alam yang sempat menjadi primadona di Kampung Cikadu ini, adalah wisata alam Sungai Cijedang, yang memiliki keasrian alam hutan mangrove (bakau), berpadu aliran airnya yang tenang menjorok ke laut. Dimana keberadaan Sungai Cijedang tersebut, pertama kali terekspos dan sempat buming pada tahun 1997 silam, yang saat itu diperkenalkan, oleh salah seorang wisatawan asal Korea.

Keasrian dan keindahan Sungi Cijedang tersebut, selain sebagai salah satu destinasi wisata alam, bagi sejumlah wisatawan manca saat itu, dengan menggunakan jasa kapal nelayan sekitar untuk menyusurinya, juga sebagai jalur perlintasan kapal nelayan, ketika hendak melaut, maupun sebagai ladang pencaharian nelayan, guna mendapatkan ikan muara, atau kepiting bakau di sepanjang aliran sungainya.

Namun sayang, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, selain kawasan hutan mangrov-nya yang mulai terlihat rusak, akibat banyak yang mati, juga mulai berserakannya sampah plastik di sepanjang aliran sungai tersebut. Bahkan kesannya pun menjadi hambar, sehingga menbuat wisatawan engan berkunjung ke lokasi itu, apalagi untuk menyusuri aliran sungainya dengan menggunakan jasa nelayan sekitar.

"Dulu banyak wisatawan yang ingin mengelilingi Sungai Cijedang dan mengenal destinasi wisata yang ada di Cikadu ini, dari mulai jembatan sampai sangar. Dan saat itu biasanya para wisatawan sebelum menyusuri Sungai Cijedang, terlebih dahulu menyusuri Kampung Cikadu ini, untuk melihat sejumlah keunikan budaya masyarakat, maupun membeli cendramata kerajinan tangan warga Cikadu," jelas Rusandi Asmanto, Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Desa Tanjungjaya, Sabtu (12/8/2017).

Sementara itu Engkos Kosasih, salah seorang penggiat lingkungan dari Himpunan Pemuda Pecinta Alam (Hippaalam), sangat menyayangkan Sungai Cijedang yang dulu jaya dan sempat terkenal dengan namanya, kini menjadi kumuh dan tidak terurus, Menurut Engkos, hal itu karna adanya kebiasaan buruk dan kurangnya kesadaran masyarakat serta aparat setempat yang membuang sampah ke aliran sungai tersebut, hingga membawa kesan kumuh pada keasrian sungai Cijedang.

"Padahal jika diurus dengan baik, sungai Cijedang akan menjadi wisata unggulan di Kampung Cikadu, tapi masih terlalu banyak sampah di aliran sungai ini, entah kurangnya kesadaran dari masyarakat atau tidak ada media untuk membuang sampah, yang jelas ini (sampah) membawa kesan kumuh pada keasrian sungai dan pasti akan berdampak buruk juga pada ekosistem alamnya," ungkap Kosasih.[Imn]

Komentar Pembaca
Oentoek Padoeka Jang Moelja

Oentoek Padoeka Jang Moelja

MINGGU, 22 OKTOBER 2017 , 09:00:00

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

Gubernur DKI Jangan Banyak Pencitraan

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 21:00:00