Polda Banten & Semen Merah Putih Tandatangani MoU Pengamanan Obyek Vital Nasional

Daerah  SABTU, 12 AGUSTUS 2017 , 16:11:00 WIB | LAPORAN: RA. SUDRAJAT

Polda Banten & Semen Merah Putih Tandatangani MoU Pengamanan Obyek Vital Nasional

Direktur PT Cemindo Gemilang, Andre Vincent Wenas dan Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo/Ajat

RMOL. Produsen semen nasional, PT Cemindo Gemilang, menandatangani Naskah Kerjasama (MoU) Pengamanan Objek Vital Nasional Kawasan Pabrik Semen Merah Putih di Bayah dengan Kapolda Banten. Kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk menjamin keamanan obyek vital nasional sektor industri yang berperan penting bagi perekonomian sesuai dengan amanat pemerintah.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur PT Cemindo Gemilang, Andre Vincent Wenas dan Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, di Serang, Banten, Sabtu, 12/8/17.

"Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajarannya yang menjamin keamanan obyek-obyek vital nasional, termasuk pabrik Semen Merah Putih di Bayah. Jaminan dan perlindungan keamanan ini akan memacu investor lain untuk menanamkan investasinya di Banten sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Direktur PT Cemindo Gemilang, Andre Vincent Wenas.

Dijelaskannya, Pabrik Semen Merah Putih yang berlokasi di Bayah, Banten Selatan ini, termasuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dijalankan pemerintah. Pabrik tersebut berdiri dilahan seluas 500 Hektar di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan menelan investasi sekira Rp 7 triliun. Pabrik semen terintegrasi itu menggunakan visi green project dan green factory (ramah lingkungan) serta dilengkapi dengan fasilitas pelabuhan (terminal khusus).

Masih katanya, MoU antara Semen Merah Putih dan Kapolda Banten tersebut sejalan dengan amanat Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional dan objek tertentu. Dimana pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) dan objek tertentu kini bersifat satu pintu dibawah naungan Dit Pam Obvit.

"Melalui MoU ini kami berharap operasional pabrik dapat terjaga dari segala gangguan. Selain Polri, tentunya juga dibutuhkan dukungan Pemerintah Daerah dan peran serta masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Polisi Listyo Sigit, dalam sambutannya mengatakan, industri supaya dapat beroperasi membutuhkan stabilitas keamanan. Hal itu menjadi tugas Polri untuk mendukung terciptanya kondisi tersebut sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

"Kami menyambut baik MOU ini. Dan kami berharap  bisa mendukung proses kegiatan industri sehingga bisa berjalan selaras dengan masyarakat," kata Kapolda Banten.

Ditambahkannya, Cemindo Gemilang merupakan Industri dengan modal besar yang mau membangun di Banten Selatan. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi pioner untuk menarik investor lain.

"Situasi kondusif dibutuhkan investor sehingga bisa beroperasi dengan baik dan membawa dampak positif bagi masyarakat," tuturnya.

Dengan MoU ini, kedepan Kapolda mengharapkan jajaran Polri dilapangan bisa mendukung menjaga stabilitas keamanan bagi obyek vital nasional. Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang.

Sementara itu, menurut Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 620 Tahun 2012 tentang Obyek Vital Nasional Sektor Industri, ada 14 jenis industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional. Keempat belas jenis industri dimaksud meliputi industri bahan baku peledak, dirgantara, garam, gula, kertas, logam, minyak goreng/kelapa sawit, perkapalan, petrokimia, pupuk, semen, telekomunikasi, tepung terigu dan kawasan industri. [jems]



Komentar Pembaca
Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

JUM'AT, 01 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 17:00:00