Pasca Dicuri, SMKN 1 Cikulur Kekurangan Komputer

Pendidikan  KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 , 17:59:00 WIB | LAPORAN: RA. SUDRAJAT

Pasca Dicuri, SMKN 1 Cikulur Kekurangan Komputer

Suasana KMB di SMKN 1 Cikulur, Kabupaten Lebak/Ajat

RMOL. Pasca dibobol oleh kawanan pencuri, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cikulur, Kabupaten Lebak kekurangan komputer untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

Perisitiwa dibobolnya sekolaha tersebut terjadi pada Bulan Juni lalu. Akibat kebobolan itu, pihak sekolah kehilangan sekitar 30 Unit Motherboard, dua buah unit Handycam, satu unit Motor, satu unit Infokus dan satu buah handphone penjaga bahkan uang cash penjaga juga raib digondol kawanan pencuri. Kerugian ditaksir hingga mencapai ratusan juta rupiah dan hingga saat ini pihak sekolah belum menemukan titik cerah seperti apa solusinya.

Kepala SMKN 1 Cikulur, Jajang Ruhiyat mengatakan, akibat kejadian tersebut sangat merugikan dan menghambat kinerja para guru guna memenuhi kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku sindikat pencurian ini, karena Kami juga merasa khawatir ketika suasana di sekolah tidak nyaman. Semoga kami bisa dengan segera untuk berbenah demi kenyamanan belajar mengajar," ungkap Jajang di Cikulur, Kamis, (07/09).

Masih kata Jajang, saat ini sekolahnya hanya memiliki 10 unit komputer saja, untuk mengantisipasi kekurangan unit komputer tersebut, semua siswa bergantian menggunakannya, sampai pihak sekolah bisa memenuhi fasilitas komputer kembali.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 1 Cikulur, Alinda berharap, agar pengamanan di sekolah lebih ditingkatkan lagi. Pihak sekolah, lanjutnya, harus meningkatkan kerjasama dengan lingkungan sekolah, demi menjaga fasilitas sekolah juga pengamanan dilingkungan sekolah, karena dengan musibah yang terjadi seperti ini merupakan tanggung jawab bersama guna meningkatkan kembali kualitas pendidikan yang ada.

"Yang jadi masalah, ini kan sekolah kejuruan, sekolah yang lebih membutuh kegiatan praktek, semoga pihak pemerintah bisa memberikan bantuan atau perhatian lebih kepada sekolah ini," tutur Alinda.[dho]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00