Korupsi Alqur\'an

Bacakan Pembelaan, Fahd Ngaku Jalankan Perintah Seniornya

Hukum  JUM'AT, 08 SEPTEMBER 2017 , 09:10:00 WIB

Bacakan Pembelaan, Fahd Ngaku Jalankan Perintah Seniornya

Image/Net

RMOL. Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz mengaku menjalankan perintahseniornya untuk menggarap proyek laboratorium komputer madrasah tsanawiyah (MTs) dan cetak Al-Quran di Kementerian Agama.

Hal itu diungkapkan Fahd dalam nota pembelaan atau pledoi yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. "Saya bukan pejabat negara melainkan hanya se¬orang yang di bawah tekanan menjalankanperintah atasan sayadi organisasi yaitu Priyo Budi Santoso dan Zulkarnain Djabbar," kata Fahd.

Dalam pledoinya, putra mendiang penyanyi dangdut A. Rafiq itu juga meminta majelis hakim untuk memindahkannya ke LP Cibinong setelah putu¬san hukumnya berkekuatan tetap atau inkrah.

Ia beralasan kondisi fisik serta kesehatan orangtuanya yang sudah sepuh, sangat riskan apabila harus menjenguknya ke Lapas Sukamiskin, Bandung. "Memohon agar kiranya dipindahkanke Lapas Cibinong," katanya.seperti dikutip dari RMOL.CO.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Fahd menerima suap terkait proyek cetak Al-Quran dan pengadaan laboratorium komputer MTs di Kemenag tahun anggaran 2011-2012.

Fahd menerima suap dari pengusaha Abdul Kadir Alaydrus untuk memenangkan PT Batu Karya Mas sebagai penggarap proyek pengadaan labora¬torium komputer madrasah tsanawiyah dan PT Adhi Aksara Abadi dalam proyek pengadaanAl-Quran.

Suap yang diterima yakni Rp 4,7 miliar, Rp 9,25 miliar, Rp 400 juta, dan Rp 14,39 miliaryang juga dibagikan pada anggota DPR lainnya.

Untuk fee proyek pengadaan laboratorium komputer tahun anggaran 2011 dengan nilai Rp 31,2 miliar, Fahd membag¬inya kepada enam orang.

Masing-masing dibagi untuk Zulkarnaen sebesar 6 persen, Vasko dan Syamsu 2 persen,kantor 0,5 persen, Priyo Budi Santoso 1 persen, Dendy Prasetia 2,25 persen, dan jatah Fahd sendiri 3,25 persen.

Kemudian untuk fee proyek pengadaan Al-Quran tahun anggaran 2011 dengan nilai Rp 22 miliar dibagi untuk Zulkarnaen sebesar 6,5 persen, Vasko dan Syamsu 3 persen, Priyo 3,5 persen, Dendy 4 persen, kantor 1 persen, dan Fahd 5 persen.

Selanjutnya untuk fee proyek pengadaan Al-Quran ta¬hun anggaran 2012 dengan nilai Rp50 miliar dibagi untuk Zulkarnaen sebesar 8 persen, Vasko dan Syamsu 1,5 persen, Dendy 2,5 persen, kantor 1 persen, dan Fahd sebesar 3,25 persen.  ***



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00