Aksi Rohingya: Ribuan Massa FSMP Padati Alun-Alun Pandeglang

Daerah  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 15:43:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Aksi Rohingya: Ribuan Massa FSMP Padati Alun-Alun Pandeglang

Ketua MUI Pandeglang, bersama Ketua FSPP serta beberapa aktivis pergerakan, saat lakukan Konfrensi Pers usai kegiatan/Daday

RMOL. Ratusan masa yang terdiri dari berbagai elmen masyarakat, pemuda, mahasiswa, pelajar, ormas, dan ulama se-Kabupaten Pandeglang, yang tergabung dalam Forum Solidaritas Muslim Pandeglang (FSMP). Menggelar "Aksi Solideritas" untuk Rohingya, di Tribun Alun-Alun Pandeglang, Senin (11/9/2017).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, KH. Tb. Hamdi Ma'ani mengatakan, bahwa Aksi Solideritas yang digelarnya bersama para pelajar, santri pesantren Atthohariyah Saketi, Perguruan Islam Malnu Menes, Pesantren Albarokah Kadomas, Mathlaul Anwar, Mathlaul Huda, Nurul Mursyida, Pemuda Muhammadiyah, FPI, BPPKB, PMII, serta Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) tersebut, adalah bentuk dukungan moril pada Muslim Rohingya, yang saat ini tengah terjadi penindasan dan ketidak adilan di Myanmar.

"Kami dari MUI Pandeglang mendukung aksi solidaritas yang dilakukan. Kita mendorong Presiden RI untuk melakukan hubungan diplomatik langsung pada PBB, dan meminta PBB untuk segera menghentikan kegiatan-kegiatan yang sangat biadab," teramg Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Tb. Hamdi Ma'ani, usai aksi solidaritas.

Ia melanjutkan, minoritas nonmuslim yang berada pada komunitas mayoritas muslim pasti merasa aman dan bebas dari penindasan, tetaapi perlakuan pada muslim Rohingya sangat biadab.

"Makanya rekan-rekan kita yang beragama Budha dimanapun berada, supaya segera menyetop rekan-rekannya disana," tegas Ketua Umum Pengurus Besar Malnu Pusat Menes ini.

Sementara itu, Ketua FSMP Aziz Nurdin menuturkan, aksi yang dilakukan merupakan bentuk solidaritas kepada Muslim Rohingya di Myanmar, berbagai jenis kekerasan yang menimpa Rohingya tidak dibenarkan tanpa memandang keyakinan masing-masing.

"Sasarannya adalah dari Pandeglang untuk dunia yang namanya bentuk kekerasan apa pun tidak boleh ada, baik dari muslim terhadap nonmuslim maupun nonmuslim terhadap muslim," terangnya.

Ia menambahkan, aksi yang dilakukan tidak hanya untuk kekerasan muslim di Myanmar, tetapi aksi juga dilakukan untuk mengecam kekerasan yang terjadi di seluruh dunia.

"Inilah aksi nyata kami terhadap kemanusiaan. PBB harus melihat aksi ini, betapa pentingnya arti kemanusiaan bagi kehidupan manusia itu sendiri," tegas Aziz Nurdin.

Hingga pukul 13.00 WIB, lanjut Aziz, jumlah dana yang terkumpul sekitar Rp 80 juta dan sudah disalurkan kepada lembaga yang berkompeten.

"Sudah disalurkan ke Harfa dan Aksi Cepat Tanggap. Dan ini suatu bentuk keperdulian kita selaku umat muslim Pandeglang, terhadap sesama muslim di Rohingya, dan kalau perlu kami siap berangkat ke Myanmar untuk berjihad bersama TNI," tambahnya.[dho]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00