Terciduk Membawa Minuman Keras, Enam Remaja Di Sanksi Membuka Baju

Daerah  SELASA, 12 SEPTEMBER 2017 , 17:14:00 WIB | LAPORAN: MASYKUR RIDHO

Terciduk Membawa Minuman Keras, Enam Remaja Di Sanksi Membuka Baju

Enam remaja saat diberi peringatan oleh kepolisian/Jem

RMOL. Enam orang remaja yang diduga hendak menyaksikan pertandingan antara Perserang (Serang) melawan Persita (Tangerang) disanksi membuka baju ditempat umum akibat terciduk membawa minuman keras di sekitar  kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, kota Serang. Selasa (12/9/2017).

Menurut Kasatlantas Polres Kota Serang, AKP. Rifki Septirian, bahwa Kegiatan sore ini yang dilakukan kepolisian adalah pengamanan pertandingan antara Perserang (Serang) melawan  Persita (Tangerang). dimana sesuai dengan kesepakatan antara pihak keamanan dan penyelenggara pertandingan akan digelar tanpa penonton atau supporter.

Hal tersebut dikarenakan saat kedua tim bertemu sering ditemukan banyak senjata tajam. Namun, saat aparat menyisir kawasan stadion. Enam orang remaja mencoba memasuki stadion sehingga di periksa dan ditemukan membawa minuman keras.

"Nah anak-anak ini tadi ketika kita sedang patroli, Mereka berjalan kaki masuk ke stadion ciceri, kami mencurigainya, tadi takutnya mereka mau nonton juga makanya kita himbau, kita periksa ternyata ditemukan minuman sejenis tradisional inilah, kalau kata orang sini namanya kecut," katanya.

Rifki menambahkan bahwa keenam remaja yang rata rata masih pelajar tersebut berasal dari salah satu daerah di Kabupaten Serang, yang mengaku hendak berjalan-jalan disekitar kawasan Stadion. Ia juga mengatakan bahwa tidak ditemukan hal melanggar lain dari keenam remaja tersebut yang melanggar selain  minuman keras, sehingga hanya diberi peringatan saja.

"Sudah kita periksa dan tidak ada hal lain yang melanggar atau yang sifatnya berbahaya . hanya minuman beralkohol saja. Kita sudah sampaikan kita ingatkan agar tidak mengulangi.  Takutnya nanti mereka minum umurnya rata rata masih 16 tahun, Rata-rata masih pelajar kelas 3 SMA," tambahnya.

Rifki berpesan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Karena, selain juga membahayakan bagi diri sendiri juga membahayakan bagi orang lain. Apalagi efek dari minuman keras yang bisa membuat orang tidak sadar dan sangat berbahaya saat mengendarai sepeda motor atau pun bisa memicu tindakan kriminal lain.

"Mudah-mudahan kedepan masyarakat Serang harap sadar diri, yang punya anak jangan dibiarkan lost kontrol seperti ini, karena nanti kalau sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang rugi juga keluarga kita sendiri," pungkasnya.[jem]



Komentar Pembaca
Siapa Berani Lawan Gatot?

Siapa Berani Lawan Gatot?

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Menteri PUPR Bersihkan Danau Rawa Pening

Menteri PUPR Bersihkan Danau Rawa Pening

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Buwas Jadi Cagub Jateng?

Buwas Jadi Cagub Jateng?

JUM'AT, 15 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00