Warga Belanda Belajar Buat Keris Dari Janur

Budaya  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 13:16:00 WIB

Warga Belanda Belajar Buat Keris Dari Janur

Image/Net

RMOL. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Utrecht Belanda kembali melaksanakan Utrecht Indonesian Day (UID) pada 10 September 2017. UID adalah kegiatan tahunan PPI Utrecht yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di negeri Belanda.

Tema yang diangkat pada UID 2017 ini adalah "Indonesian traditional games" dimana permainan tradisional Indonesia dihadirkan dengan dipandu oleh Komunitas Hong Bandung Indonesia. Pameran alat permainan tradisional, iringan lagu, tari tradisional serta kuliner khas Indonesia tak kalah menggoda bagi pengunjung UID. Diadakan juga lomba menggambar dan mewarnai bagi anak anak usia 5-11 tahun.

Koordinator UID Iwan Suharyanto mengatakan bahwa event yang ketiga ini berhasil dilaksanakan dengan sukses dengan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta, baik dari diaspora Indonesia, warga Belanda maupun warga internasional lainnya.

Peserta sangat antusias mengikuti rangkaian acara, yang dimulai dengan tari tradisional Pendet dari Bali, pembukaan oleh Muhammad Abdi Haryono ketua PPI Utrecht dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, I. Gede Agung Wesaka Puja dilanjutkan dengan pertunjukkan seni dari pelajar the Indonesian School in Netherlands dan Potatone.

Ketua PPI Utrecht Muhammad Abdi Haryono menambahkan pihaknya dalam acara tersebut juga membawa misi untuk menjadi bagian dari jembatan bagi para generasi muda millennial, baik dari keluarga Indonesia, Belanda, dan keluarga Internasional lainnya, agar mengenal kembali warisan budaya negeri Indonesia yang tidak kalah menariknya dengan segala perangkat teknologi canggih yang sekarang bagaikan mainan untuk mereka.

Dalam kesempatan sambutannya Dubes Wesaka Puja juga menyelipkan ajakan untuk warga Belanda untuk datang mengunjungi Indonesia.

Acara puncak UID 2017 adalah workshop bersama Hong Community, sebuah komunitas yang berpusat di Bandung dan memiliki fokus pada upaya pelestarian permainan tradisional Jawa Barat dan Nusantara. Dengan antusias dan penuh keceriaan mereka mengajarkan peserta belajar membuat keris dari janur yang khusus didatangkan dari Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan permainan menggunakan sarung yang sangat menarik dan menimbulkan kekaguman peserta terhadap kekayaan budaya Indonesia.

UID memberikan kesan yang positif kepada para peserta. Terbukti banyaknya pujian dan ungkapan rasa senang mengikuti kegiatan UID. Seperti diungkapkan oleh Deborah Cole, seorang warga negara AS yang mengikuti acara ini

"It was really well organized and lots of people came. We had padang food with sambal hijau. Het was zoo lekker…" kata Deborah Cole. Seperti dimuat RMOL.CO.

Ungkapan lain disampaikan oleh Lisa Verbeek, warga negara Belanda. "(..) I loved to see your culture". Bahkan salah seorang pengunjung, Prof Annelies Zoomers mengatakan. "I enjoyed very much the Indonesia day! It was so nice, thank you!".

UID diharapkan mampu menjadi media bagi masyarakat Belanda dan internasional untuk lebih mengenal Indonesia khususnya permainan tradisional yang penuh dengan filosifi dan nilai. Sehingga akan menimbulkan keinginan untuk mengunjungi Indonesia baik untuk tujuan wisata, pendidikan, ekonomi maupun memperat hubungan antar negara.

Dalam keterangan tertulis PPI Utrecht disebutkan, event ini secara khusus disponsori oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Universitas Brawijaya, Kementerian Pariwisata, Indofood, BNI, Stiching Generasi Baru dan Radio PPI dunia. [dho]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00