Dihari Ketiga Aksi Mogok Makan, Wabup Lebak Temui Aktivis Kumala

Daerah  RABU, 13 SEPTEMBER 2017 , 14:07:00 WIB | LAPORAN: RA. SUDRAJAT

Dihari Ketiga Aksi Mogok Makan, Wabup Lebak Temui Aktivis Kumala

Wabup Lebak, Ade Sumardi menemui peserta aksi mogok makan/Ajat

RMOL. Sejak dua hari yang lalu, sejumlah aktivis dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) melakukan aksi mogok makan di depan pintu masuk Kantor Bupati Lebak.
 
Dalam aksinya tersebut, Kumala menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar bertindak tegas terhadap perusahaan tambang pasir yang masih menjual pasir basah dan meminta menertibkan kendaraan angkutan truk pengangkut pasir over tonase dan pasir basah.

Dalam  perjalanan aksi mogok makan yang dilakukan sejumlah aktivis Kumala Perwakilan Rangkasbitung itu akan diperpanjang hingga waktu yang tidak ditentukan.Tentunya hingga Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya datang menemui dan memberikan jaminan akan memenuhi tuntutan para aktivis Kumala tersebut.
 
"Ini bukti keseriusan dari peserta aksi mogok makan, hingga tuntutan kami di kabulkan oleh Bupati Lebak," ucap Ugi Ismawan peserta aksi kepada wartawan, Rabu (13/09).
 
Hal senada dikatakan Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung, Muhamad Ila Nahlia. Menurutnya, sampai saat ini Bupati Lebak belum menemui peserta aksi dan tuntutan-tuntutan ini akan disampaikan kepada Bupati Lebak saat datang menemui peserta aksi.
 
"Kami tidak akan memberhentikan aksi sebelum tuntutan kami  dikabulkan," ujar Ila.
 
Masuk hari ke tiga berjalannya aksi, Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi menemui para aktivis Kumala dilokasi mogok makan tersebut. Dalam pertemuan itu, Ade Sumardi berjanji akan menindak lanjuti tuntutan aktivis Kumala. Tentunya, lanjut Ade, Pemkab Lebak akan melakukab koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mengingat kewenangan galian pasir atau pertambangan, kini merupakan kewenangan Pemprov Banten.
 
"Pemkab apresiasi atas aksi Kumala terkait galian pasir yang melanggar Peraturan Perundang-undangan. Namun Pemkab Lebak akan berkordinasi dengan Pemprov Banten untuk melakukan penertiban," kata Ade. [dho]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00