Irna Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan Security RSUD Berkah

Kesehatan  RABU, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:16:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Irna Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan Security RSUD Berkah

Irna Narulita, Bupati Pandeglang/Daday

RMOL. Tindakan kekerasan yang terjadi Selasa (19/9) kemarin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, pada salah seorang keluarga pasien, yang dilakukan Komandan Ragu (Danru) security di RSUD Berkah. Disesalkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita, dan dianggap sebagai tindakan yang terlalu berlebihan.

Irna menilai, tindakan yang dilakukan Sekuriti RSUD tersebut, seakan sudah keluar dari Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena seharusnya, RSUD sebagai lebaga pelayanan masyarakat, seharusnya bisa lebih lunak dalam menghadapi keluarga pasien, sebab aturan-aturan SOP tersebut, lebih pada hal teknis. Kendati pun menurutnya, dalam bertugas seringkali ditemui sikap yang memancing emosi, namun diharapkan pegawai RSUD bisa lebih beretika.


"Jadi sebetulnya itu bisa ditolerir, karena lebih kepada teknis. Jika prosedur itu harus ditegakan silakan, tidak perlu juga menginstimewakan orang. Tetapi harus mengedapkan etika," jelas Irna usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (20/9/2017).

Oleh karenanya, Irna menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan berjanji akan mengevaluasi pelayanan di RSUD. Kinerja rumah sakit BLUD itu, akan terus disorot oleh pemerintah. Apalagi diakui Irna, masih banyak bahan perbaikan yang perlu dilakukan pihak rumah sakit.

"Saya minta maaf atas nama RSUD kepada keluarga pasien. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Di lapangan memang spontanitas, kadang di luar dugaan menjadi presiden buruk," imbuhnya.

Tidak hanya dari segi keamanan, sektor pelayanan juga harus dibenahi karena penumpukan pasien di ruang loket masih menjadi pemandangan yang lumrah ditemui saat memasuki rumah sakit.

"Evaluasi pasti akan kami lakukan. Dirut RSUD sudah kami panggil. Mereka akan terus mendapat sorotan dari kami agar kerjanya lebih baik. Ada sanksi yang diberikan untuk security. Semoga bisa dimaafkan juga," kata Irna.

Ramai diberitakan sebelumnya, seorang warga Kampung Ciekek Babakan Karaton, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Ari Supriadi, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan saat berada di RSUD Berkah Pandeglang. Yang bersangkutan mengalami intimidasi, kekerasan verbal, hingga kekerasan fisik dari seorang Komandan Regu (Danru) Sekuriti di Rumah Sakit plat merah itu.

Hal itu terjadi ketika Ari yang ingin menyerahkan kebutuhan operasi istrinya di ruang nifas, dihadap oleh petugas Sekuriti setempat. Padahal saat itu, kondisi istrinya sudah mendesak untuk mendapatkan perawatan. [daday]



Komentar Pembaca
Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

Aneh! Rakyat Menjerit, Elektabilitas Melejit

JUM'AT, 01 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

Golkar Pastikan Novanto Siap Mundur

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 17:00:00