Arif Yahya : Akses Proximity Jadi Bagian Terpenting Sektor Kepariwisataan

Pariwisata  JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017 , 22:38:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Arif Yahya : Akses Proximity Jadi Bagian Terpenting Sektor Kepariwisataan

Mentri Pariwisata (tengah), Gubernur Banten (kiri mentri), dan Bupati Pandeglang (kanan mentri), saat sesi foto bersama di Tanjung Lesung, Panimbang (Foto Humas)/Daday

RMOL. Sekitar 5000 orang pengunjung padati kawasan Tanjung Lesung, guna menyaksikan dan mengikuti Festival Tanjung Lesung, dengan tema Sport and Adventure di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kepariwisataan, Panimbang. Hadir dalam kegiatan itu Mentri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Banten, Wahidin Halim, Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan beberapa di Pemerintah Provinsi Banten, maupun Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Dalam Festival kali ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata, menetapkan Tanjung Lesung sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional. Hal ini dikarenakan Tanjung Lesung merupakan daerah yang sangat menarik dan penuh dengan potensi wisata.

Arief Yahya selaku Mentri Pariwisata mengatakan, bahwa masyarakat Jakarta dan sekitarnya merupakan pasar utama, untuk sektor kepariwisataan di Provinsi Banten ini, khususnya Tanjung Lesung yang telah ditetapkan sebagai KEK, dan masuk pada program pembangunan strategis nasional. Maka dari itu, Kementerian Pariwisata akan bersinergi dengan Perhutani dan Kementeri Lingkungan Hidup (Kemen LHK), guna membangun Bandara Internasional di Pandeglang.

"Jika ingin menjadikan Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata kelas dunia, Tanjung Lesung harus mempunyai Bandara Internasional. Kita bagi tugas, Bupati cari lahannya, nanti Pak Gubernur mengirim surat ke LHK atau Perhutani, tembuskan ke saya, sisanya saya yang ngurus," terang Yahya saat membuka Festival Tanjung Lesung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, (22/09/2017).

Dikatakannya juga, rencana pembangunan Bandara Internasional dibangun di Pandeglang, guna mengurangi jarak tempuh untuk berwisata di Tanjung Lesung dan destinasi wisata lainnya.

"Masyarakat Jakarta dan sekitarnya, adalah market utama untuk pariwisata Banten, karena dalam pariwisata proximity (kedekatan) sangat penting," ujarnya.

Ia melanjutkan, Provinsi Banten unggul dari wisata bahari, sehingga sangat tepat menggelar Festival Tanjung Lesung tersebut.

"Tanjung Lesung itu salah satu kekuatannya yaitu wisata bahari. Karenanya, wajib punya Dive Center, Tanjung Lesung itu bawah lautnya indah, jika sudah ada dive center ini, wisatawan yang hobi diving tidak ragu lagi datang ke Tanjung Lesung," pungkasnya.

Sebagai informasi, Festival Tanjung Lesung berlangsung selama 3 hari, sejak 22 hingga 24 September. Dimana hari pertama dilakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rhino Dive Center di Beach Club Tanjung Lesung oleh Menteri Pariwisata.

Selain itu, juga dilakukan penandatanganan MoU terkait pembangunan Homestay, Spa, Resto dan 1000 Homestay yang akan dibangun di KEK Tanjung Lesung. [jem]



Komentar Pembaca
Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

SENIN, 16 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 21:00:00