Tanto: Antisipasi Kemungkinan Konflik Pada Pilkades Serentak di Pandeglang

Politik  SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 16:13:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Tanto: Antisipasi Kemungkinan Konflik Pada Pilkades Serentak di Pandeglang

Tanto Warso Arban, Wakil Bupati Pandeglang/Daday

RMOL. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, yang melibatkan 108 desa se-Kabupaten Pandeglang. Mulai memasuki tahapan demi tahapan, mulai dari pendaftaran bakal calon (Balon), seleksi bakal calon, sampai pada hari penentuan pemilihan Kepala Desa, di bulan November 2017 mendatang, dengan jumlah peserta balon kades, sebanyak 416 orang, dari berbagai profesi.

Menilik tingginya kemungkinan konflik pada saat pelaksanaan Pilkades mendatang, serta rentan terjadinya kecurangan, baik berupa politik uang, maupun yang lainnya. Maka dibutuhkan langkah-langkah antisipasi, guna meminimalisir kemungkinan tersebut. Hal ini pun di tegaskan Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warso Arban, untuk segera melakukan pemetaan, pada sejumlah daerah rawan konflik, saat Pilkades mendatang.

"Saya sudah meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD), maupun dari pihak Polres Pandeglang, untuk segera melakukan pemetaan kerawanan konflik Pilkades, yang akan digelar pada November 2017 mendatang. Karena memang pada setiap kali ada pesta demokrasi, baik itu Pilkades, Pilkada, Pilgub, maupun Pilpres, pasti ada potensi kerawanan konflik itu. Maka dari itu, dibutuhkan pengawasan yang seksama, agar dapat diminimalisir potensi tersebut," jelas Tanto, Selasa (10/10/2017).

Dikatakannya juga, upaya pemetaan daerah-daerah yang berpotensi dapat menimbulkan konflik tersebut, harus dapat diketahui jauh sebelum hari H-nya, sehingga dapat terantisipasi sejak dini. Karena terjadinya konflik itu, biasanya berawal dari ketidak puasan peserta Pilkades dengan hasil yang didapatnya, entah karena adanya indikasi kecurangan, maupun yang lainnya. Tetapi yang pasti, akan berdampak pada perpecahan masyarakat.

"Kita khawatirkan adanya perpecahan. Maka dari itu DPMPD dan Polres harus sudah bisa mengkaji kira-kira rawan politiknya dimana. Jangan sampai dengan adanya pemilihan kepala desa ini, terjadi suatu hal yang Chaos (kekacauan) atau yang bisa mengakibatkan masyarakat menjadi terkotak-kotak, atau terpecah belah," tambahnya.

Tanto menghimbau, masyarakat harus ikut serta dalam melakukan pengawasan pada Pilkades yang akan diselenggarakan di 32 Kecamatan Se-Kabupaten Pandeglang. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan segala bentuk kecuarangan yang ditemukan, kemudian pihak terkait akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku

"Kami minta masyarakat mengawasi secara langsung prosesnya karena prosesnya di Kecamatan. Masyarakat bisa melaporkan jika menemukan politik uang, maupun indikasi kecurangan lainnya, sehingga dapat segera ditindaklanjuti," tutup Tanto. [JEM]



Komentar Pembaca
Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

Sikumbang Jadi Koleksi Museum Dirgantara

RABU, 18 OKTOBER 2017 , 21:00:00

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

Deddy Mizwar Kepingin Dipinang PDIP

SENIN, 16 OKTOBER 2017 , 15:00:00

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

Korban Penggusuran Ragukan Janji Anies-Sandi

JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 21:00:00