Genjot Produksi Padi, Pemkab Lebak Siapkan Benih Unggul Bersertifikat

Daerah  JUM'AT, 20 OKTOBER 2017 , 16:06:00 WIB | LAPORAN: RA. SUDRAJAT

Genjot Produksi Padi, Pemkab Lebak Siapkan Benih Unggul Bersertifikat

Kepala Balai Benih Induk (BBI) Bojongleles, Romli Setiawan/Ajat

RMOL. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Balai Benih Induk (BBI) Dinas Pertanian Dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, mencetak benih unggul bersertifikat guna menggenjot produksi pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal itu dikatakan, Kepala Balai Benih Induk (BBI) Bojongleles pada Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Romli Setiawan saat ditemui RMOLBanten dikantornya, Jumat, (20/10).

Masih kata Romli, pihaknya sudah menyiapkan stok benih unggul bersertifikat untuk memenuhi kebutuhan musim tanam Oktober hingga Desember 2017. "Benih varietas padi unggul itu hasil pengembangan dilahan seluas 5 hektare, sehingga bisa memenuhi permintaan petani untuk gerakan tanam serentak," ujar Romli.

Diperkirakan, lanjut Romli, karena memasuki musim penghujan, musim tanam serentak dilaksanakan Oktober-November. "Karena permintaan dari para petani mengalami peningkatan, maka kami terus mengembangkan benih varietas unggul tersebut," ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, usia tanam padi dengan benih varietas unggulan cukup pendek, yakni antara 105 dan 110 hari dan penggunaan benih varietas itu dapat menguntungkan petani karena bisa menekan biaya produksi juga kelebihan benih unggul bersertifikat itu tahan terhadap serangan hama maupun penyakit organisme penganggu tanaman (OPT) dan  menghasilkan produksi cukup tinggi. "Kami berharap hasil panen varietas unggulan bisa dijadikan percontohan bagi petani lainya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, menargetkan semua kelompok tani di Kabupaten Lebak dapat menggunakan benih unggul bersertifikat tersebut. "Pada gerakan percepatan musim tanam Oktober-November, kami minta petani menggunakan benih unggul jenis benih Mira I atau Mira II," harapnya.

Dede menambahkan, penanaman padi benih unggul tersebut merupakan bagian dari penerapan hasil rekayasa teknologi sehingga perlu dioptimalkan oleh petani. Selama ini, lanjutnya, masih banyak ditemukan petani di Lebak menggunakan benih lokal sehingga produktivitasnya rendah dan kualitasnya kurang bagus. "Kami berharap BBI Bojongleles terus mengembangkan benih unggul bersertifikat lebih banyak lagi," ungkapnya. [jem]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

Elektabilitas Rendah, Cak Imin Kepedean

RABU, 08 NOVEMBER 2017 , 13:00:00

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

Jokowi Hedonis dan Inkonsisten

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 17:00:00