Pasca Ditangkapnya "Dokter Bodong"

Dinkes Akan Tingkatkan Pengawasan Praktik Medis di Pandeglang

Kesehatan  KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 11:07:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Dinkes Akan Tingkatkan Pengawasan Praktik Medis di Pandeglang

Ilustrasi/Net

RMOL. Pasca ditangkapnya "Dokter Bodong" di wilayah Kecamatan Jiput, atas tindakan medisnya yang sampai menelan korban jiwa, beberapa pekan kemarin. Kepal Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Didi Mulyadi, mengaku kesulitan dalam upaya pengawasan keberadaan para dokter atau mantri bodong, ketika melakukan praktik medis ilegalnya.

Namun demikian, Didi mengaku sejak adanya kejadian dan penangkapan tersebut, pihaknya kembali menekankan pada para Kepala UPT Kesehatan di Kabupaten Pandeglang, untuk lebih meningkatkan lagi segi pengawasannya, terutama pada praktik-praktik kedokteran maupun mantri kampung yang melakukan tindakan medis pada masyarakat tanpa memiliki latar belakang medis, maupun izin praktik medis legal.

"Sejak terjadi penangkapan terhadap dokter, atau mantri ilegal oleh aparat Polres Pandeglang, pada Selasa (2/1/2018) lalu. Kita kembali melakukan rapat kordinasi dengan para UPT Kesehatan, untuk meningkatkan pengawasan kita terhadap praktik medis yang dilakukan masyarakat, terutama pada praktik-praktik medis yang tidak memiliki legal formal maupun izin praktiknya," jelas Didi, Rabu (10/1/2018).

Masih menurut Kepala Dinkes Pandeglang, terkait praktik kebidanan, hal itu diakuinya memiliki legal formal, atau pendidikan medis tentang kebidanan, praktiknya pun memiliki izin yang pengawasannya jelas ada di instansinya. Sementara yang menjadi masalah, yakni masyarakat biasa yang mengaku mantri, atau bisa melakukan tindakan medis tanpa jelas latar belakang pendidikannya, maupun izin prakteknya.

"Yang begini-begini (Mantri bodong), sebenarnya yang membuat kita kesulitan dalam pengawasannya, karena mereka tidak terdaftar, jadi kesulitan untuk mendeteksinya, kita pun tidak punya forum untuk mengawasi itu. Makanya kedepan kita akan lakukan pendataan kembali, terutama terkait legal aspek sejumlah praktik medis yang ada di Kabupaten Pandeglang ini," tambah Kadinkes Pandeglang ini.

Didi pun mengaku akan melakukan kordinasi dan konsultasi dengan beberapa pihak, mulai dari Internal Dinkes yang akan dibenahi ataupun memberikan teguran kepada apotek, maupun toko obat, agar tidak menjual obat keras tanpa resep dokter.

"Kita akan mulai benahi, apotek jangan terlalu bebas menjual obat, harus lihat-lihat dulu, terutama obat keras, ketika hendak di jual, harus menggunakan resep dokter. Demikian juga dengan masyarakat, harus pintar dan harus bisa mewaspadai, kalau ada yang ngaku-ngaku dari kesehatan, lantas jangan percaya, bila perlu tanyakan legal aspeknya terlebih dahulu," tegas Didi. [ryan]


Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

SELASA, 16 JANUARI 2018 , 19:00:00

Beras Mahal, Rakyat Irit Makan

Beras Mahal, Rakyat Irit Makan

SENIN, 15 JANUARI 2018 , 17:00:00

Workshop Media Menyambut Pilkada

Workshop Media Menyambut Pilkada

KAMIS, 04 JANUARI 2018 , 11:53:00