Audensi Sengketa Lahan KEK Tanjung Leusung

Meski Terjadi Perdebatan, Akhirnya Sepakat Tinjau Lokasi Lahan Sengketa

Daerah  KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 19:50:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

Meski Terjadi Perdebatan, Akhirnya Sepakat Tinjau Lokasi Lahan Sengketa

Suasana audensi terkait sengketa lahan KEK diruang Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Pandeglang/Daday

RMOL. Ratusan ahli waris pemilik lahan yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Leusung, Panimbang, yang diwakili Ketua KSU Bina Nusantara (Binus), kembali lakukan audensi dengan pihak perwakilan PT. Banten West Java (BWJ), Plt. Kepala Administratur KEK, Bappeda, Kimpraswil dan BPN Pandeglang, diruang Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Pandeglang, yang pimpin langsung Asisten Daerah Bidang Pemerintahan, Kamis (11/1/2018).

Audensi itu pun berjalan cukup alot, lantaran masing-masing pihak memiliki argumennya sendiri. Terutama ketika pihak perwakilan dari PT. BWJ, menangtang KSU Binus selaku kuasa dari para ahli waris, untuk membuktikan keabsahan lahan seluas 462 hektar, yang diklaim sebagai lahan milik warga. Demikian pula dengan pihak Administratur KEK, yang terkesan "Cuci Tangan" dan mengaku tidak memiliki kewenangan terkait sengketa lahan tersebut.

Audensi yang dipimpin langsung Asisten Daerah Bidang Pemerintahan, Agus Priadi Mustika itu, akhirnya mengambil kesimpulan, agar perdebatan di meja audensi tidak berlarut-larut, dengan menentukan waktu cek lokasi lahan yang diperdebatkan tersebut, yang sekaligus masing-masing pihak, baik dari PT. BWJ maupun dari KSU Binus, serta pihak BPN untuk membawa data-data yang diperlukan dilapangan nanti, dengan tetap mengundang pihak-pihak yang duduk bersama dalam audensi itu.

"Kami sudah fasilitasi kedua belah pihak. Titik temunya akan diperlihatkan di lokasi. Insya Allah Minggu depan kami jadwalkan untuk melihat tanahnya yang mana dan bukti kepemilikan apa yang dimiliki oleh para pihak," jelas Agus usai acara audensi tesebut.

Menurut Agus, jika hanya saling klaim maka tidak akan menemukan titik temu. Maka hal yang paling efektif adalah dengan meninjau kelokasi dan pihak yang saling klaim untuk membawa bukti kepemilikan.

"Kita lakukan dengan baik, hasilnya untuk masyarakat. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai mengklaim tetapi tidak punya bukti," tambah Agus.

Ketua KSU Bina Usaha sebagai perwakilan 271 pemilik lahan di kawasan KEK Tanjung Lesung, Uneh Junaedi menyambut baik keputusan itu.

"Sekali lagi ditegaskan bahwa kami tidak pernah menjual lahan di KEK kepada siapa pun. Kalau data, kami sudah menyiapkan segalanya untuk membuka bukti," tutur Uneh.

Menurutnya, hal itu adalah salah satu langkah yang perlu ditempuh untuk menyelesaikan polemik tersebut. Sekaligus, menjawab tantangan BWJ yang seolah tidak mengakui adanya lahan milik warga yang dicaplok BWJ.

"Sekarang tinggal penjadwalan saja. Kami siap membawa seluruh ahli waris untuk ikut meninjau lokasi dan menunjukkan titik nol lahan warga," ucapnya.

Disatu sisi, perwakilan PT. BWJ, Maheno enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengaku siap untuk membuktikan lahan yang disoal warga. Bahkan ketika disinggung berapa lahan yang sudah memiliki Hak Guna Bangunan (HGB), dirinya tidak dapat menjabarkan lebih rinci.

"(Tanah) yang ditunjuk oleh warga, kami belum tahu. Soal HGB tanyakan saja ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kami siap. Begitu saja, yah. Punteun," katanya ringkas sambil berlalu meninggalkan awak media. [MAN]


Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

SELASA, 16 JANUARI 2018 , 19:00:00

Beras Mahal, Rakyat Irit Makan

Beras Mahal, Rakyat Irit Makan

SENIN, 15 JANUARI 2018 , 17:00:00

Workshop Media Menyambut Pilkada

Workshop Media Menyambut Pilkada

KAMIS, 04 JANUARI 2018 , 11:53:00