LPA Banten: Segera Turunkan Iklan Rokok di Alun-Alun Pandeglang

Daerah  JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 15:13:00 WIB | LAPORAN: ROSIDARTA

LPA Banten: Segera Turunkan Iklan Rokok di Alun-Alun Pandeglang
RMOL. Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Muhammad Uut Lutfi, secara khusus menyikapi keberadaan iklan Billboard Rokok yang terpasang di area publik, atau di kawasan bermain anak, serta berdekatan dengan sarana pendidikan, di Alun-alun Kota Pandeglang. Menurutnya, keberadaan iklan-iklan tersebut telah menciderai semangat UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Ditegaskan Lutfi, dalam UU itu secara implisit menerangkan, baik tertuang dalam Pasal 59 Ayat 1 yang menyatakan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, maupun Lembaga Negara lainnya, berkewajiban dan bertanggungjawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak. Demikian juga tertuang dalam Pasal 2 yang menegaskan diantara anak yang mendapatkan perlindungan khusus, adalah anak yang menjadi korban penyalahgunaan zat adiktif.

"Menyimak kedua pasal dalam UU tersebut, sudah kita ketahui, bahwa rokok merupakan salah satu prodak yang mengandung zat adiktif, yaitu nikotin. Sementara Alun-alun adalah fasilitas umum, yang didalamnya tidak hanya terdapat sarana olah raga maupun sebagai taman pusat kota, akan tetapi alun-alun juga sebagai tempat bermain anak maupun keluarga yang sangat tidak layak bila di kawasan itu terdapat iklan-iklan yang sifatnya tidak mendidik, seperti iklan rokok tersebut," jelas Muhammad Uut Lutfi, Jumat (12/1/2018).

Ketua LPA Propinsi Banten ini pun menambahkan. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang tergolong daerah yang ketinggalan jaman. Dimana saat daerah lain sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan status Kabupaten, maupun Kota Layak Anak (KLA). Sedangkan Pandeglang malah menodainya dengan iklan produk rokok yang dipasangnya, hanya demi kepentingan pendapatan semata.

"Disaat daerah lain di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Banten sedang berlomba menjadi Kabupaten maupun Kota Layak Anak, seperti diamanatkan UU No. 35 th 2014 tentang Perlindungan Anak, ini malah dinodai hanya demi mengejar pendapatan yang kami anggap tidaklah seberapa. Jika pihak terkait tidak segara mencopot iklan rokok itu, berarti para pengambil kebijakan di daerah itu sudah tidak perduli lagi terhadap generasi pembangunannya di Pandeglang," tambah Ketua LPA Banten, yang juga Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga dan Penguatan Kelembagaan di Komnas PA ini.

Sementara itu Mohamad Suswaidi, Kepala Bidang Sosialisasi dan Pemenuhan Hak Anak LPA Banten, juga mengatakan. Dengan adanya permasalahan tersebut, LPA Provinsi Banten kembali meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang, untuk segera mencabut dan menurunkan Iklan Billboard Rokok tersebut dari kawasan alun-alun Pandeglang, yang juga sebagai area publik. Karena hal itu sangat tidak layak, mengingat alun-alun tersebut notabennya, sebagai tempat bermain anak.

"Kami menganggap keberadaan iklan rokok di kawasan alun-alun Pandeglang itu, telah menciderai semangat dari UU No. 34 Tahun 2014. Sehingga kami meminta Pemkab Pandeglang untuk segera menurunkan iklan-iklan tersebut, karena kawasan itu sebagai barometer Pandeglang untuk menyandang predikat KLA. Apabila tetap dibiarkan, maka kami anggap para pejabat di sana telah buta mata hatinya," tegas Suswaidi singkat. [ryan]


Komentar Pembaca
Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

RABU, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

SELASA, 16 JANUARI 2018 , 19:00:00

Beras Mahal, Rakyat Irit Makan

Beras Mahal, Rakyat Irit Makan

SENIN, 15 JANUARI 2018 , 17:00:00

Workshop Media Menyambut Pilkada

Workshop Media Menyambut Pilkada

KAMIS, 04 JANUARI 2018 , 11:53:00