Lahan Parkir RSUD Tangsel Disegel Satpol PP

Tunggak Pajak Sampai Tiga Tahun

Kota Tangerang Selatan  RABU, 11 APRIL 2018 , 22:07:00 WIB | LAPORAN: RUKMAN NURHALIM MAMORA

Lahan Parkir RSUD Tangsel Disegel Satpol PP

Foto : RMOL Banten

RMOL.Satpol PP Kota Tangsel bertindak tegas dengan menyegel lahan parkir RSU Kota Tangsel di Pamulang pada Rabu (11/4). Pasalnya, pengelola parkir di bawah PT Jembar Bangkit Perkasa menunggak pajak selama tiga tahun.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Kota Tangsel, Oki Rudianto menegaskan, penyegelan ini didasari atas Peraturan Daerah Nomor: 9 Tahun 2012 tentang Perparkiran.

Atas tindakan ilegal ini, pengelola parkir melanggar pasal 8 ayat 2. Jika setelah kami segel hari ini pengelola masih beroperasi, maka akan kami tingkatkan ke sanksi pidana,” ucap Oki.

Menurut Oki, dalam Perda Perparkiran pada pasal 8 ayat 2 ditegaskan bahwa setiap orang atau badan, dilarang menyelenggarakan perparkiran dan atau mengatur perparkiran tanpa izin walikota atau pejabat yang berwenang.

Selanjutnya kata Oki, pengelola parkir terlebih dahulu harus memenuhi segala izin perparkiran ke Dinas Perhubungan Kota Tangsel untuk bisa beroperasi.

Kami persilahkan kalau semua izin sudah dilengkapi, terbuka juga bagi swasta lainnya,” tegasnya.

Meski telah tiga tahun beroperasi, pihaknya mengaku baru mengetahui adanya operasional perparkiran oleh PT Jembar Bangkit Perkasa ini, tak memiliki izin.

Kami baru tahu, setelah pihak RSUD menyurati kami dan saat kami cek, benar perusahaan ini tak bisa menunjukkan izin resminya. Maka kami segel,” terangnya.

Anggota Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Muksin Alfachri menjelaskan, laporan terkait tidak adanya izin ini langsung dari RSUD Tangsel dan ada juga dari masyarakat yang melaporkan besarnya biaya parkir yang dipungut pengelola parkir yang ada di RSUD Tangsel.

Laporan pada Maret kemarin. Penyegelan ini dilakukan sampai mereka bisa mendapatkan izin, dan jika pengelola parkir ini membuka segel bisa dikenakan sanksi pidana 6 bulan dan denda 50 juta rupiah. Kita sudah panggil pengelola dan mereka memang tidak bisa menunjukan izin perpakiran,” katanya.

Sementara petugas parkir RSUD Tangsel, Dita mengatakan, mesin parkir sudah rusak selama enam bulan namun pihaknya masih melakukan pungutan parkir.

Kalau di RSUD per jamnya untuk motor Rp3 ribu, dan per jam berikutnya Rp1000 rupiah, kalau seharian Rp5 ribu. Mobil sebesar Rp10 ribu untuk seharian dan pengelolaan parkir ini milik perorangan bukan perusahaan besar,” pungkasnya. [mor]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Potong Sapi Qurban

Potong Sapi Qurban

RABU, 22 AGUSTUS 2018 , 09:51:00

WH Buka Seminar APPSI

WH Buka Seminar APPSI

KAMIS, 26 JULI 2018 , 13:50:00

WH Hadiri Apel Kebangsaan 4444

WH Hadiri Apel Kebangsaan 4444

SABTU, 25 AGUSTUS 2018 , 18:58:00