Pemerintah Diminta Perketat Filterisasi Untuk Cegah TKI-Abal-abal

Nusantara  KAMIS, 12 APRIL 2018 , 11:38:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah Diminta Perketat Filterisasi Untuk Cegah TKI-Abal-abal

Dede Yusuf/Net

RMOL. Kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 akan semakin mempermudah  masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia,

Walau begitu,  tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia diharapkan tidak abal-abal.

Demikian Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf  seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/4).

Komisi IX DPR  kata Dede, mengimbau pemerintah untuk tetap memfilter secara ketat para pekerja asing yang masuk ke Indonesia.

"Ini tugas Kementerian Tenaga Kerja untuk memfilter para pekerja asing yang masuk ke Indonesia," ujar

Dia menyebutkan pekerja asing yang masuk ke Indonesia harus memiliki tendensi investasi dan transfer teknologi. Pekerja asing juga wajib ditempatkan pada pos-pos tertentu yang tidak mengganggu jatah pekerja lokal.

"Paling tidak harus setingkat tenaga ahli. Kita juga meminta pemerintah untuk mengecek perusahaan mana saja yang memerlukan tenaga kerja asing," bebernya.

Di lain sisi, anggota Fraksi Demokrat ini menyatakan di era globalisasi dan serba keterbukaan seperti saat ini, kita tidak bisa melarang masuknya tenaga kerja asing.

"Namun tetap Perpres ini bertentangan dengan janji pemerintah untuk membuka 10 juta lapangan pekerjaan atau tidak, jika bertentangan itu yang harus dikoreksi," pungkas Dede Yusuf. [dry]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Potong Sapi Qurban

Potong Sapi Qurban

RABU, 22 AGUSTUS 2018 , 09:51:00

WH Buka Seminar APPSI

WH Buka Seminar APPSI

KAMIS, 26 JULI 2018 , 13:50:00

WH Hadiri Apel Kebangsaan 4444

WH Hadiri Apel Kebangsaan 4444

SABTU, 25 AGUSTUS 2018 , 18:58:00