Bawaslu Diminta Terapkan Hate Speech Secara Spesifik

Hukum  SABTU, 14 APRIL 2018 , 19:38:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Bawaslu Diminta Terapkan <i>Hate Speech</i> Secara Spesifik

Ilustrasi/Net

RMOL.  Jelang Pilkada serentak 2018. Badan Pengawas Pemilihan Umum  (Bawaslu) diminta menerapkan makna hate speech atau ujaran kebencian lebih spesifik.

Demikian disampaikan ujar pegiat Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) , Usep Hasan Sadikin dalam diskusi Bawaslu bertajuk "Peran Media Dalam Melawan Hoaks, Ujaran Kebencian dan SARA" di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/4).

Menurut Usep, hasil kajian teoritis Perludem, ada tiga makna spesifik hate speech.

Yaitu ujaran atau ajakan berbuat kekerasan, ujaran yang menyinggung suku, agama ras dan antargolongan (SARA), serta penghilangan hak warga.

"Kami salah satu pihak yang juga dilibatkan (Bawaslu) dalam perumusan untuk penindakan ujaran kebencian atau kekerasan ini. Semoga yang dimaksud indikator (ujaran kebencian oleh Bawaslu) itu yang kami rekomendasikan," katanya.

Menurut Usep, definisi hate speech yang direkomendasikan ke Bawaslu, mengacu pada pengertian hasil konsensus atau kesepakatan internasional. Setidaknya ada dua hal yang menjadi makna kata tersebut. Yaitu, kekerasan  dan penghilangan hak warga.

"Istilah ujaran kebencian ini, hate speech ini ketika diterjemahkan bahasa Indonesia dengan motif menyederhanakan pembahasan, cuma disebut ujaran kebencian saja," kata dia.

Penyederhanaan makna menurutnya berdampak negatif. Karena berpotensi menghilangkan kebebasan bicara dan berpendapat masyarakat. Sehingga menurunkan partisipasi pemilu.

"Bisa-bisa menghilangkan partisipasi pemilu. Menilai yang A buruk, B lebih baik, jadi ketakutan. Karena nanti bisa dituntut sebagai ujaran kebencian," tuturnya.

Bawaslu sendiri, kata Usep, telah memiliki indikator yang menjadi definisi hate speech. Pihaknya berharap indikator yang belum dirilis ini sesuai dengan rekomendasi Perludem. Sehingga, penindakan Bawaslu terhadap pelanggaran jenis itu menjadi fokus dan efektif.

"Iya betul, pada Pilkada serentak 2018 (kita targetkan) tiga poin definisi itu sudah dipraktekkan," demikian Usep dikutip dari Kantor Berita Pemilu KBPRI. [dzk]



Komentar Pembaca
Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

Negara Merugi, Jokowi Ikut Menikmati?

SENIN, 16 JULI 2018 , 15:00:00

PKS: Prabowo-Anies Hanya Sebatas Wacana

PKS: Prabowo-Anies Hanya Sebatas Wacana

JUM'AT, 13 JULI 2018 , 17:00:00

Sandiaga Uno: Prabowo RR, Kombinasi Luar Biasa
Pimpin Rapat

Pimpin Rapat

SENIN, 04 JUNI 2018 , 17:20:00

Safari Ramadhan

Safari Ramadhan

KAMIS, 24 MEI 2018 , 11:26:00

Ngomongin Kebangkitan Nasional

Ngomongin Kebangkitan Nasional

MINGGU, 20 MEI 2018 , 23:24:00