Manajemen GO-JEK Jawab Tiga Tuntutan Driver Online

Ekbis  SENIN, 16 APRIL 2018 , 22:46:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Manajemen GO-JEK Jawab Tiga Tuntutan <i>Driver Online</i>

Foto/Net

RMOL.  Tuntuam puluhan driver taksi online (roda empat) yang tergabung dalam Koalisi Kesejahteraan Driver Online Indonesia (KKDOI), ditanggapi perusahaan transportasi onlne GO-JEK.

Tiga tuntutan kepada perusahaan transportasi online GO-JEK itu. 

Pertama, mereka menuntut kenaikan tarif menjadi Rp4.600 per km. Kedua, menolak aplikator menjadi perusahaan transportasi, dan ketiga, memisahkan taksi reguler (konvensional) dengan taksi individu dari aplikasi.

Menanggapi ketiga tuntutan tersebut, Director Corporate Affairs GO-JEK, Nila Marita Indreswari, menyatakan untuk (tariff) GO-CAR sudah mengikuti ketentuan yang diatur Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 108.

"GO-JEK selalu menginginkan persaingan usaha yang sehat agar bisnis dapat berjalan secara sustainable. Dengan begitu bisa terus memberikan manfaat positif kepada mitra dan masyarakat," katanya.

Kata dia GO-JEK, sebagai technology enabler, memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh stakeholder dalam ekosistem kami. Termasuk wacana terkait tariff berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Nila menambahkan, tuntutan kedua tentang penolakan aplikator menjadi perusahaan transportasi merupakan ranah pemerintah.

"Diperlukan kajian dan diskusi mendalam dari para pihak terkait. Tujuannya untuk memastikan kemampuan perusahaan aplikasi sebagai technology provider untuk tetap dapat menyediakan lapangan pekerjaan dalam skala luas secara sustainable melalui sistem kemitraan,” jelasnya.

Sedangkan tentang tuntutan ketiga, menurut Nila, kerjasama GO-JEK dengan perusahaan taksi reguler merupakan wujud kolaborasi dengan semua pihak. Tujuannya, agar dapat memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

"Di GO-JEK, tidak ada perlakuan istimewa untuk pihak manapun. Semua mendapatkan peluang yang sama dalam melayani pelanggan,” tegasny.

Aksi para driver taksi online itu sendiri kemudian membubarkan diri pada sekitar jam 16:00 WIB. Demonstrasi berlangsung dimulai dari kantor Grab di kawasan Kuningan kemudian berlanjut di kantor pusat GO-JEK di bilangan Blok M, Jakarta.

Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Dri Hastuti menjelaskan, jumlah massa yang mengikuti demo sekitar 50 orang. "Cukup tertib, ya relatif sedikit pesertanya,” jelas dia.

Dri menjelaskan, aksi pra driver ini juga sudah mengantongi izin dari aparat kepolisian. "Ini pengamanan sifatnya gabungan dari Brimob, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Selatan,” tandasnya. [dzk] 

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Potong Sapi Qurban

Potong Sapi Qurban

RABU, 22 AGUSTUS 2018 , 09:51:00

WH Buka Seminar APPSI

WH Buka Seminar APPSI

KAMIS, 26 JULI 2018 , 13:50:00

WH Hadiri Apel Kebangsaan 4444

WH Hadiri Apel Kebangsaan 4444

SABTU, 25 AGUSTUS 2018 , 18:58:00