PILWAKOT SERANG

Vera dan Syafrudin Terbanyak Lakukan Pelanggaran

Kota Serang  SENIN, 14 MEI 2018 , 21:38:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Vera dan Syafrudin Terbanyak Lakukan Pelanggaran

ilustrasi/Net

RMOLBanten. Selama tahapan Pilwalkot Serang 2018 berlangsung, ternyata banyak pelanggaran dilakukan pasangan calon kepala daerah, terutama pelanggaran PKPU Nomor 4/2017.

Panwaslu Kota Serang mencatat, pelanggaran terbanyak dilakukan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Vera-Nuehasan disusul Paslon nomor 3 Syafrudin-Subadri.

"Hampir rata-rata tim pemenangan Paslon saling melapor," ungkap Divisi Penindakan dan Pelaporan Panwaslu Kota Serang, Faridih, Senin (14/5).

Dikatakan Faridih, rata-rata Paslon masih melakukan pelanggaran terkait dengan alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) yang tidak sesuai PKPU Nomor: 4 Rahun 2017.

"Kita sudah berikan mereka sanksi admistrasi, yaitu teguran dan penertiban oleh yang bersangkutan. Kalau tidak dilaksanakan, maka Satpol PP yang akan menertibkan," ujarnya.

Dijelaskan Faridih, pihaknya sudah melakukan penertiban APK dan BK dua Minggu yang lalu selama tiga hari, sekaligus bekerja sama dengan Satpol PP.  Namun fakta di lapangan, masih ada yang memasang kembali baik APK maupun BK tersebut.

"Kita hanya bisa mengintruksikan saja, yang menegur harusnya KPU Kota Serang sesuai PKPU Nomor: 4 Tahun 2017. Kami hanya meneruskan saja ke KPU," jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 3, Rosadi mengungkapkan, temuan Panwaslu merupakan sebuah dinamika dari Pilkada Kota Serang. Dikatakan Rosadi, untuk Paslon nomor urut 1 ditemukan keterlibatan ASN atau pejabat-pejabat, seperti kepala desa dan angggota DPRD yang mengikuti rangkaian kampanye tanpa surat cuti,

"Begitupun dengan kami dari nomor urut 3, ada juga keterlibatan RT dan Rw yang memang tidak disebutkan secara gamblang peraturannya, seperti halnya kepala desa atau pejabat lainnya," ujarnya.

"Kita juga menggunakan fasilitas umum dan atau balai warga, namun itu tidak termasuk bagian dari tempat yg disebutkan dilarang oleh peraturan," tambahnya.

Diterangkan Rosadi, pelanggaran seperti ini memang lebih menonjol pada Paslon nomor 1 dan 3. Karena secara kuantitatip lebih banyak melaksanakan tahapan kampanyenya ketimbang Paslon nomor urut 2.

"Wajar, karena kita banyak pendukung, masyarakat ingin perubahan," ucapnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Ketua tim pemenangan Paslon nomor urut 1 belum bisa dikonfirmasi.[mor]



Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds