ASEAN-Rusia Sepakati Kerja Sama Terorisme

Internasional  SENIN, 21 MEI 2018 , 09:47:00 WIB | LAPORAN: HARIAN RAKYAT MERDEKA

ASEAN-Rusia Sepakati Kerja Sama Terorisme

Foto/Net

RMOLBanten. ASEAN dan Rusia sepakat bek­erja sama untuk memberantas ancaman terorisme. Menurut Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemenlu Benny YP Siahaan, ASEAN maupun Rusia perlu terus saling berbagi pen­galaman satu sama lain dalam memberantas terorisme.

"Ini sudah menjadi ancaman setiap negara. Kita harus bekerja sama untuk menghalau ancaman terorisme," ujar Benny mewakili Ketua Senior Officials' Meet­ing Indonesia pada Pertemuan Ke-15 ASEAN-Russia Senior Officials' Meeting (ARSOM) di Moskow, Rusia, Jumat (18/5) lalu.

Pada pertemuan ini, negara anggota ASEAN dan Rusia menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas aksi ter­orisme di beberapa kota di Indonesia belum lama ini.

"Indonesia sangat menghargai komitmen Rusia dalam kerja sama pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional lain­nya melalui berbagai mekanisme kerja sama ASEAN," terang Ben­ny, seperti diberitakan Harian Rakyat Merdeka.

Selain menyoroti kerja sama pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional lain­nya, pertemuan juga membahas berbagai isu terkait kemitraan ASEAN-Rusia seperti perdagan­gan dan investasi, energi, konek­tifitas transportasi, pertanian, penanggulangan bencana, pen­didikan dan pertukaran budaya serta membahas perkembangan kerja sama politik dan keamanan ASEAN-Rusia di kawasan ter­masuk perkembangan konsep Indo-Pasifik.

Posisi Asia Tenggara yang be­rada di poros Indo-Pasifik akan menjadi jembatan penghubung antar inisiatif negara-negara besar, sehingga kawasan Indo-Pasifik tidak menjadi arena per­saingan yang merugikan.

Dalam tanggapannya, Rusia sebagai salah satu Mitra Wicara ASEAN, mendukung penuh sen­tralitas ASEAN di kawasan dan berharap agar pengembangan konsep kerja sama Indo-Pasifik dapat juga menampung masu­kannya.

Sementara dalam pembahasan ekonomi, pertemuan mencatat bahwa nilai perdagangan, in­vestasi, dan pariwisata kedua belah pihak perlu ditingkatkan.

Nilai perdagangan ASEAN-Russia pada 2016 hanya sekitar 12 miliar dolar AS atau 0,5 persen, dari total perdagangan ASEAN. Ini mencerminkan po­tensi perdagangan kedua belah pihak yang perlu ditingkatkan.

Masih dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga me­nyampaikan kesiapannya men­jadi country coordinator kerja sama ASEAN-Rusia selama tiga tahun ke depan sampai 2021. Serah terima posisi dari Laos ke Indonesia akan dilakukan pada Pertemuan Tingkat Men­teri ASEAN-Rusia yang akan diselenggarakan Agustus 2018 di Singapura.

Kerja sama ASEAN dan Rusia telah dimulai sejak 1992. Rusia menjadi Mitra Wicara ASEAN pada 1996.

Pada KTT Peringatan 20 Ta­hun Kerja Sama ASEAN-Rusia di Sochi 2016, kedua pihak sep­akat meningkatkan kerja sama dalam upaya menuju kemitraan strategis ASEAN-Rusia. [RM]

Komentar Pembaca
Trump Bekerja Untuk Rusia, Kremlim: Tuduhan Bodoh
<b>Gwadar</b>

Gwadar

KAMIS, 17 JANUARI 2019

Ancaman Trump, Menlu Turki: Kami Tidak Takut
Mini APBN Made In Khan

Mini APBN Made In Khan

SELASA, 15 JANUARI 2019

Naik Bus

Naik Bus

MINGGU, 13 JANUARI 2019

Daniel Di Balik Byton

Daniel Di Balik Byton

SABTU, 12 JANUARI 2019

Bebaskan WNI

Bebaskan WNI

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 06:59:00

Progres Tol Serpong-Kunciran

Progres Tol Serpong-Kunciran

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 14:08:00

Tamu Mahasiswa

Tamu Mahasiswa

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 20:56:00

The ads will close in 10 Seconds