Ratusan Kiyai Geruduk Mapolres Lebak, Masalah Apa?

Kabupaten Lebak  KAMIS, 05 JULI 2018 , 19:53:00 WIB | LAPORAN: RUKMAN NURHALIM MAMORA

Ratusan Kiyai Geruduk Mapolres Lebak, <i>Masalah Apa?</i>

Foto : IST

RMOLBanten. Ratusan Kyai yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak mendatangi Polres Lebak, Kamis (5/7) siang tadi.

Kedatangan para Kiyai dalam rangka pendampingan audiensi antara FSPP dengan LSM Bentar terkait rencana aksi demo, dan berbagai tuntutan yang dilayangkan oleh LSM tersebut atas adanya dugaan pemotongan bantuan dan hibah untuk ponpes.

Sekitar 500 Kiyai yang dimotori Kiyai Pupu Mahpudin selaku ketua FSPP Kabupaten Lebak, tiba di Mapolres Lebak, sekitar pukul 13.00 Wib.

Para Kiyai ini langsung disambut Kapolres Lebak, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dani Arianto, Wakapolres Lebak, Komisaris Polisi (Kompol) Fredya, berikut jajarannya.

Saking banyaknya masa, audiensi pun digelar di sebuah masjid milik Polres Lebak, kurang lebih lima belas menit, para pengurus LSM tersebut tiba di lokasi dan audiensi pun digelar. Dalam audiensi tersebut sempat menimbulkan ketegangan, lantaran pengurus FSPP tidak terima dengan tudingan yang disebutkan oleh pihak LSM.

Namun, karena berada di lingkungan Mapolres Lebak, selain audiensi dipimpin langsung Kapolres Lebak, dan banyaknya anggota, ketegangan tersebut bisa diredam dan audiensi berjalan lancar, dan menghasilkan kesepatakan.

Seketaris Umum FSPP Lebak, Ade Bujaeremi mengatakan, audiensi untuk mengklarifikasi tudingan LSM terhadap FSPP sudah selesai, dan hasilnya mereka tidak cukup bukti. Bahkan, mereka (LSM-red) sudah meminta maaf dan surat yang sudah dilayangkan ke Pemkab Lebak, DPRD, serta ke Pemprov Banten, oleh LSM tersebut akan dicabut.

MMereka tidak jadi melakukan aksi demo, dan surat yang dilayang oleh mereka akan dicabut,” kata Ade.

Ade juga menegaskan, dalam bantuan hibah untuk ponpes tersebut bukan dari FSPP Kabupaten melainkan FSPP dari Provinsi Banten. Artinya, segala sesuatunya itu berhubungan dengan FSPP Banten.

"Adapun tudingan mereka, adanya potongan dana hibah itu tidak benar, dan bantuan dan hibah kepada ponpes piktif juga tidak benar, karena saya yakin, ponpes yang menerima bantuan memiliki surat perizininan. Memang ada menggunaan anggaran dari dana hibah yang jumlahnya bervariasi oleh pimpinan ponpes, tapi itu untuk pembuatan akta notaris bagi ponpes yang belum berbadan hukum. Yang jelas, dana hibah tersebut tidak ada yang dipotong maupun penyaluran bantuan tersebut ke ponpes piktif," tandasnya.

Ketua LSM Bentar, Ahmad Yani mengatakan, permohonan maaf atas kekeliruan soal identifikasi kasus oleh anggotanya dan surat pemberitahuan akan aksi demo yang akan digelar pada tanggal 12 Juli 2018 akan dicabut berdasarkan kesepatakan yang dibuat bersama anatar LSM Bentar dengan FSPP Lebak.

"Kita tidak benci dengan para ulama, tapi kami hanya sebagai kontrol sosial terhadap sistemnya," katanya.

Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto menambahkan, setelah dilakukan audiensi akhirnya menemukan titik terang antara FSPP dengan LSM Bentar.

"Tadi sudah dibahas antara LSM dan para Kiyai terkait aksi demo. Dan LSM sudah melakukan permintaan maaf dan akan mencabut surat pemberitahuan terkait aksi demo yang akan digelar pada tanggal 12 Juli 2018,” pungkasnya. [dzk]

Komentar Pembaca
Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds