Saling Lapor Kecurangan Pilwakot Serang, Siapa Menang Di MK?

Politik  JUM'AT, 20 JULI 2018 , 20:40:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Saling Lapor Kecurangan Pilwakot Serang, Siapa Menang Di MK<i>?</i>
RMOLBanten. Pasca tertangkapnya Supriyadi alias SP terduga money politik di Pilwakot Serang lalu oleh kepolisian Resort Serang Kota, gejolak politik Kota Serang kembali memanas antara tim Paslon no urut 1 dengan Paslon no urut 3.

Kedua tim Paslon baik dari nomor urut 1 maupun nomor urut 3 saling melaporkan ke Panwaslu dengan tuntutan yang berbeda.

Tim Paslon no 1 melaporkan dugaan politik uang yang sudah memenuhi unsur terstruktur, sistematis dan masif. Sementara tim Paslon no urut 3 melaporkan keterlibatan ASN di Pilkada lalu.

Liaison officer (LO) Paslon No urut 3 Syafrudin-Subadri, Ahmad Mulyani mengatakan Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan TB Haerul Jaman terkait keterlibatan ASN pada Pilkada lalu.

Kata Mulyani, pada tanggal 4 Juli lalu dalam sebuah kesempatan di Gedung DPRD Jaman pernah menyatakan tidak menerima keputusan pilkada Kota Serang dan Meminta untuk di ulang.

"Hal ini menurut kami pak jaman ini telah melanggar kode etik ASN. Sebagai walikota sudah sepatutnya Jaman menjadi contoh bagi ASN lainnya," ujarnya di Kota Seraang, Jum'at (20/7).

Selain itu, pihaknya juga membantah tuduhan dari no urut 1.

"Berita yang selama ini berkembang hanya sebuah dinamika politik prinsipnya kami siap meladeni apa yang dituduhkan. Kita siap buktikan di MK atas tuduhan itu kami bersalah atau tidak," katanya tegas.

Dirinya menegaskan bahwa semua itu hanya dinamika politik. Ia meneruskan selama ini tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan Paslon no urut 1 tersebut.  

"Kemenangan paslon nomor 3 itu adalah kemenangan rakyat, sebuah bukti dari ingin berubahnya warga Kota Serang menjadi lebih baik," katanya.

Terkait dengan keterlibatan Supriyadi, Mulyani menolak mengomentari lebih jauh, dirinya hanya mengatakan bahwa ia dan pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

"Persoalan Supriyadi itu kami tidak tahu, artinya bahwa itu diluar dari mekanisme tim pemenangan, kami prinsipnya tidak tahu. Kami optimis gugatan mereka akan ditolak MK," katanya

"Kami optimis karena dalam UU MK dijelaskan bahwa jumlah penduduk diatasi 500- 1 juta itu boleh mengajukan ke MK dengan persentasi suara tidak lebih dari satu persen. Kami menang enam persen jauh sekali itu," tambahnya.

Diterangkan Mulyani dalam UU MK no 5 tahun 2017 juga menyatakan MK hanya menangani perselisihan suara. Jika melihat mekanisme yang ada pihaknya yakin MK akan menolak itu.

Sebelumnya Tim kuasa hukum Paslon nomor urut 1 Vera Nurlaila Jaman-Nurhasan Dedi Yulfris menyebutkan  pasca penangkapan daftar pencarian orang (DPO) terduga money politik Supriyadi oleh kepolisian pihaknya optimis MK akan mengabulkan gugatan.

"Info terakhir DPO yang tertangkap di Polres serang adalah ketua DPC partai Hanura Kota Serang, SK nya namanya Supriyadi dan Supriyadi tersebut merupakan koalisi partai pendukung paslon nomor 3," kata Dedy.

Dengan terlibatnya pengurus struktural partai yang mengusung Paslon nomor urut 3 itu, bahwa MK tidak ada alasan lagi untuk menolak dan ini merupakan syarat kembali digelarnya Pilkada ulang akan terpenuhi.

Bukti-bukti sudah dikumpulkan bahwa terjadi di tiga kecamatan, Kasemen, Taktakan dan Serang, tiga kecamatan dengan tertangkapnya Supriyadi ini yang merupakan ketua DPC partai Hanura," katanya. [dzk]
 

Komentar Pembaca
Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Airlangga Bertemu SBY, Istana Khawatir?

Airlangga Bertemu SBY, Istana Khawatir?

RABU, 11 JULI 2018 , 21:26:00

Dua Artis Cantik Bawa Obor Asian Games

Dua Artis Cantik Bawa Obor Asian Games

KAMIS, 12 JULI 2018 , 00:16:00

Skuad Cendana

Skuad Cendana

SABTU, 16 JUNI 2018 , 13:42:00