Harga Telur Rp 30 Ribu Bikin Warga Kota Serang Galau

Ekbis  SABTU, 21 JULI 2018 , 17:03:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Harga Telur Rp 30 Ribu Bikin Warga Kota Serang Galau
RMOLBanten. Ketidakstabilan harga bahan pangan yang terjadi akhir-akhir ini terutama harga telur yang sudah hampir 10 hari memuncaki harga tertinggi, membuat galau warga kota Serang.
 
Berbagai cara dilakukan pemerintah mulai dari digelarnya operasi pasar, menggenjot hasil ternak, namun nampaknya semua sia-sia harga telur masih betah dan enggan untuk turun kembali normal seperti sedia kala.

Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang merupakan salah satu pasar yang terkena imbas dari naiknya harga panganan pelengkap empat sehat lima sempurna ini. Saat ini, harga telur ayam di PIR terpantau naik dari sebelumnya di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000/kg menjadi Rp 30.000/kg.

Pedagang telur Madsari mengatakan akibat hargai jual yang terlampau tinggi membuat dagangannya sedikit tidak laku di banding saat harga masih normal. Ia bercerita terpaksa menaikan harga telur sebab harga di distributornya juga naik.

"Kalau kita pedagang mengikuti harga dari distributor yah. Soal naiknya disebabkan apa saya juga tidak tahu mungkin efek pilkada kali yah banyak orang yang gelar selamatan," ucapnya kepada Kantor Berita RMOL Banten, Sabtu (21/7).

Lanjutnya meski harga telur mengalami kenaikan namun tidak mengurangi stok yang tersedia.

"Kalau langkah sih tidak cuma naik saja harganya," singkatnya.

Sementara, Kholid pedagang lainnya, menurutnya harga telur naik diakibatkan oleh kurangnya pasokan dari distributor. Sehingga harga harus disesuaikan.

"Harga telur naik kan bukan keinginan kita, kita hanya mengikuti harga dari distributor saja," ucapnya.

Sementara itu konsumen Reni saat ditemui di PIR mengeluhkan harga telur yang belum kunjung turun padahal menurutnya telur itu merupakan bahan pangan sehari-hari.

"Kebetulan saya ini punya usah kecil-kecilan bikin bolu jadi bahan utamanya telur. Yah akibat telur naik harga bolu saya naikin juga," ucapnya.

Akibatnya, dikatakan Reni, pelanggan mengeluhkan kenaikan tersebut. Kalau terus-terusan seperti ini bisa jadi usaha yang telah dirintis selam enam tahun mengalami kebangkrutan.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemerintah segera mengambil sikap menurunkan harga telur menjadi normal kembali.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Disperindagkop Kota Serang Banbela belum bisa dihubungi begitu juga dengan pengelola pasar Rau Aeng Khaeruzzaman belum bisa dihubungi. [dzk]


Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

Putri Bung Karno Ziarah Ke Makam Gus Dur

MINGGU, 24 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MBS Jampang Gondol Dua Piala

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 20:14:00

Antusias Pencoblosan Di Manila

Antusias Pencoblosan Di Manila

MINGGU, 14 APRIL 2019 , 19:18:00

The ads will close in 10 Seconds