Malumologi Dursasana

Opini  MINGGU, 29 JULI 2018 , 21:51:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Malumologi Dursasana

Foto : Net

DALAM arus penelitian Malumologi, saya menemukan seorang tokoh paling memalukan di dalam legenda Wayang Purwa yaitu Dursasana.

Kalah Judi

Alkisah Yudistira lupa daratan berjudi melawan Sengkuni dengan tidak malu mempertaruhkan kerajaan Indraprasta, termasuk seluruh saudara Yudistira yaitu Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa bahkan juga isteri Yudistira yaitu Drupadi.  

Wajar bahwa dalam permainan judi Sengkuni yang super curang berhasil mengalahkan Yudistira yang super jujur. Maka Kurawa euforia bergembira-ria memperoleh kerajaan Indraprasta berikut Pandawa Lima plus istri Yudistira yaitu Drupadi.

Putera nomor dua Kurawa, Dursasana tersohor di antara seratus Kurawa  paling tidak tahu malu akibat tidak punya urat malu merasa mentang-mentang sudah menang judi maka Drupadi sudah menjadi hak milik Kurawa. Maka Dursasana berniat mempermalukan Drupadi dan Pandawa Lima dengan berusaha membuka busana Drupadi disaksikan segenap hadirin balairung istana Hastinapura.

Ternyata para Dewata melindungi Drupadi dari angkara murka permaluan Dursasana dengan menciptakan busana Drupadi berlapis-lapis tanpa batas sehingga Dursasana gagal mempermalukan Drupadi di depan umum.

Akhirnya justru Dursasana yang mempermalukan diri sendiri dengan jatuh terkulai akibat lemas kelelahan gagal membuka busana yang berlapis-lapis tanpa batas menutupi tubuh Drupadi.

Sumpah Drupadi

Pada saat keajaiban sekaligus keaiban itu Drupadi melepas sanggul rambutnya lalu bersumpah tidak akan menyanggul rambut panjang mengurainya sebelum keramas dengan darah Dursasana . Bima menyambut sumpah Drupadi dengan bersumpah membunuh Dursasana agar Drupadi dapat mencuci rambut dengan darah Dursasana.

Menjelang akhir Bharatayudha, sebelum membunuh Suyudana, Bima berjaya benar mewujudkan sumpah membunuh Dursasana. Kemudian Bima langsung menyerahkan jasad Dursasana yang berlumuran darah segar kepada Drupadi agar isteri Yudistira yang telah bertahun-tahun bersabar tidak  menyanggul rambut panjangnya dapat mewujudkan sumpah untuk mandi keramas dengan darah putera ke dua Kurawa.

Dursasana merupakan tokoh Kurawa yang paling memalukan sebab pengecut hanya berani terhadap kaum perempuan dan gagal mempermalukan Drupadi yang dilindungi para Dewata.

Kendali Akhlak

Dursasana secara sangat mempermalukan diri sendiri akhirnya dibunuh oleh Bima dan darahnya digunakan untuk keramas rambut Drupadi nan panjang mengurai.

Pada hakikatnya kisah Dursasana dan Drupadi merupakan pelajaran malumologis bagi segenap umat manusia agar malu berjudi dan niscaya menggunakan rasa malu sebagai kendali akhlak secara Empan-Papan dengan senantiasa bersikap Ojo-Dumeh serta Eling Lan Waspodo agar tidak melanggar mashab Ngono Yo Ngono Ning Ojo Ngongo. [***]

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Malumologi



Komentar Pembaca
Laki-Laki Misterius Bernama Misteri

Laki-Laki Misterius Bernama Misteri

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018

Fastabiqul Khoirot

Fastabiqul Khoirot

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018

Houston

Houston

RABU, 19 SEPTEMBER 2018

Kerukunan Maumere

Kerukunan Maumere

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018

Hukuman Baru Yang Dicepatkan

Hukuman Baru Yang Dicepatkan

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018

Bank Century Lagi Hidup Mati

Bank Century Lagi Hidup Mati

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Cilegon Diganjar Penghargaan Kota Layak Anak

Cilegon Diganjar Penghargaan Kota Layak Anak

SELASA, 24 JULI 2018 , 10:23:00

WH Buka Seminar APPSI

WH Buka Seminar APPSI

KAMIS, 26 JULI 2018 , 13:50:00

Potong Sapi Qurban

Potong Sapi Qurban

RABU, 22 AGUSTUS 2018 , 09:51:00