Gerakan #2019GantiPresiden Di Banten Berpotensi Merubah Jadi Khilafah

Politik  SENIN, 06 AGUSTUS 2018 , 12:49:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Gerakan #2019GantiPresiden Di Banten Berpotensi Merubah Jadi Khilafah

Foto : IST

RMOLBanten. Fenomena #2019GantiPresiden telah mewabah perpolitikan di Indonesia. Gerakan ini bahkan mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat.
Gerakan ini sangat masif dalam mengkampanyekan pergantian rezim yang sah secara konstitusional di Pilpes 2019.

Gerakan #2019GantiPresdien ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru daerah di Indonesia,  termasuk di Serang - Banten yang dalam beberapa hari kedepan akan menggelar deklarasi secara masal serta melibatkan berbagai tokoh dan elemen masyarakat di provinsi Banten.

Namun disisi lain masuh ada yang beranggapan Gerakan #2019GantiPresiden di Banten dinilai sarat kepentingan politik, yang orientasinya adalah ingin memunculkan sosok pemimpin baru dengan proses menjual sebaran berita - berita hoax tentang presiden yang hari ini memimpin.

Ketua Divisi Bidang Komunikasi dan Kehumasan Forum Kebangkitan Desa Nusantara (FKDN) Ajir menegaskan Banten jangan sampai dijadikan sebagai objek kampanye politik yang menyesatkan dan tidak mendidik Umat.

"Gerakan 2019 ganti presiden itu enggak jelas siapa calon presidenya, untuk apa gerakan itu dibuat, dan umat perlu tau siapa dalang politik dan tokoh ulama dibalik gerakan itu," katanya kepada Kantor Berita RMOL Banten, Senin (6/8).

Lanjut Ajir, gerakan ini sungguh keterlaluan, bisa mengancam keutuhan NKRI, dan berpotensi ingin mengganti sistem negara yang sudah final menjadi sistem khilafah.

"Tagline yang di dengungkan adalah #2019GantiPresdien, tetapi kita wajib tau isi terselubung dibalik gerakan tersebut. Isinya tidak lain adalah ingin menumbangkan presdien hari ini dengan cara - cara yang keji dan sangat tidak etis sebagaimana yang kita lihat," tukasnya.

Rencana gerakan deklarasi #2019GantiPresiden yang akan dimulai pada 10 agustus 2018 di alun - alun barat kota Serang-Banten, bukanlah hal yang baru terjadi. Sebelumnya, telah banyak gerakan ini digagas dan semakin berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

"Penolakan terhadap rezim yang hari ini berkuasa menjadi bahan empuk bagi para pemain panggung #2019Ganti Presiden dalam menyuarakan segenap hasrat politiknya untuk mencopot presiden RI (Joko Widodo) sebagai presiden yang sudah sah secara konstitusional dan bahkan menjadi pilihan rakyat seluruh Indonesia pada pilpres tahun 2014 lalu," ucapnya.

Hal senada dikatakan oleh, ketua Pemuda Desa Bersatu (Pedas), Rohamah ia mengatakan, pihaknya yang tergabung dalam barisan rakyat konsolidasi kebangsaan (KK) menolak dengan adanya rencana #2019GantiPresiden yang akan di gagas di tanah ulama ini.

"Kita tidak ingin Banten menjadi sasaran tembak hanya untuk kepentingan sekelompok orang yang ingin menggerogoti ideologi negara dan kemudian diubah menjadi ideologi lainya yang bertentangan dengan keberagaman di Indonesia," katanya.

"Ini jelas-jelasnya akan menciderai kesatuan dan persatuan bangsa. Kita tolak siapapun yang ingin mengubah marwah dan kultur manusia Banten yang toleran, santun, dan jangan sampai tertidik sebagai manusia Banten bermental radikal dan intoleran," ujarnya. [dzk]




Komentar Pembaca
Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

Coret Bacaleg! Eks Terpidana Korupsi

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Airlangga Bertemu SBY, Istana Khawatir?

Airlangga Bertemu SBY, Istana Khawatir?

RABU, 11 JULI 2018 , 21:26:00

Dua Artis Cantik Bawa Obor Asian Games

Dua Artis Cantik Bawa Obor Asian Games

KAMIS, 12 JULI 2018 , 00:16:00

Skuad Cendana

Skuad Cendana

SABTU, 16 JUNI 2018 , 13:42:00