1000 Pelajar SMK Tangsel Akan Deklarasi Anti Kekerasan

Pendidikan  RABU, 08 AGUSTUS 2018 , 19:42:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

1000 Pelajar SMK Tangsel Akan Deklarasi Anti Kekerasan
RMOLBanten. Paska tewasnya korban tawuran pelajar di Kota Tangsel, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar pertemuan bersama Polres Tangsel, Kepala SMK Bhipuri, SMK Sasmita Jaya 1 dan SMK Sasmita Jaya 2.

Dari hasil pertemuan tersebut, rencananya sebanyak 1.000 pelajar akan mendeklarasikan pelajar anti kekerasan, narkoba dan radikalisme.

Dalam pertemuan tersebut juga membahas ke depan tidak ada lagi kejadian membahayakan serupa di Kota Tangsel yang mengakibatkan tawuran antar pelajar.

"Sejak kejadian itu, kami dari Pemkot Tangsel terus mengawal dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, kami menginisiasi pertemuan," kata Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono, Rabu (8/8).

Menurut Taryono, kondisi kedua sekolah tersebut sudah kondusif. Sedangkan, di luar sekolah kepolisian semaksimal mungkin mengamankan sekolah dan jalur-jalur yang rawan tawuran.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP agar mengaktifkan kembali penjagaan di saat jam sekolah dan luar sekolah, sehingga tidak ada lagi kumpulan-kumpulan orang yang mengakibatkan tawuran," ujarnya.

Selain itu, kata Taryono, Dindikbud juga akan mengadakan kegiatan pembinaan kesiswaan untuk pencegahan terjadinya tawuran. Serta bekerjasama dengan Kepolisian, Kejari dan lainnya akan menggelar deklarasi pelajar anti kekerasan, anti narkoba dan anti radikalisme.

"Rencananya kami akan mengundang 1.000 pelajar dari SMK Sasmita Jaya 1 dan SMK Sasmita Jaya 2 untuk melakukan deklarasi tersebut," tandasnya. [mor]



Komentar Pembaca
Bebaskan WNI

Bebaskan WNI

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 06:59:00

Progres Tol Serpong-Kunciran

Progres Tol Serpong-Kunciran

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 14:08:00

Tamu Mahasiswa

Tamu Mahasiswa

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 20:56:00

The ads will close in 10 Seconds