Cerita Mendiknas Soal Parade Anak TK Bercadar Bawa Replika Senjata

Nusantara  SELASA, 21 AGUSTUS 2018 , 20:43:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Cerita Mendiknas Soal Parade Anak TK Bercadar Bawa Replika Senjata

Net

RMOLBanten. Karnaval murid Taman Kanak-kanak (TK) bercadar, membawa replika senjata api, di Probolinggo, Jawa Timur viral di media sosial.

Beberapa organisasi kepemudaan seperti GMNI, IPNU, GP Ansor dan Gusdurian Probolinggo memprotes karnaval itu.

Lantas bagaimana tangga­pan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. terkait hal ini?

"Saya cek langsung karena penasaran ada masalah kasus karnaval, dan tentu tidak seperti gegap gempinta di media sosial. Karena kasus­nya benar-benar sangat simple. Tidak gawat seperti yang sudah dikomentari banyak pihak," kata Muhajir dikutip dari wawancara di Harian Rakyat Merdeka, Selasa (21/8).

Menurut Muhajir kejadian itu menceritakan satu sisi ada paradoks, sementara di sisi lain ada anak yang menunjukkan jiwa patriotisme.

Masalahnya, kata Muhadjir, kemudian ada pihak yang seolah-olah ada jalan yang beda. Nah, dalam rangka itu kemudian dikapitalisasi untuk kepentingan-kepentingan yang tidak baik untuk politik.

"Saya langsung ke Probolinggo ketemu dengan Kapolresnya, Pak Dandim, dan kebetulan TK-nya itu di bawah binaan Kodim. Untung saja begitu, kalau di bawah binaan yang lain bisa jadi ribut tak berujung," katanya.

Karnaval 18 Agustus, kata Muhadjir, sudah jadi tradisi dilakukan di Probolinggo. Dan memang biasanya mereka temanya banyak yang mengusung tema keagamaan, karena masyarakat sana dikenal sangat agamis. Kemudian dari pihak sekolah Persit, karena biayanya sudah sangat banyak, mengingat ada beberapa even yang harus dibiayai, maka wali murid dan komite sekolah sepakat, bahwa properti yang dimiliki dan telah digunakan tahun lalu untuk parade drum band sekolah itu, digunakan kembali untuk acara tersebut.

Lanjut Muhadjir, parade drum band tahun lalu itu kebetulan temanya mirip dengan yang diusung sekarang. Jadi pertimbangannya praktis aja. Pembicaraan dengan pihak sekolah, maksud tema perjuangan umat Islam dalam ikut merebut kemerdekaan.

"Makanya kostum­nya dipadukan dengan bendera merah putih di depan, kemudian diikuti ka’bah, lalu ada kostum yang menggambarkan raja sal­man dan istri, di mana di bela­kang ada pengawal raja," katanya.

Lantas, kenapa kemudian sampai ada yang pakai cadar? Muhadjir menjawab di belakang raja tadi kan ada pengawalnya. Nah, pengawalnya itu yang jadi masalah. Karena murid tk-nya kan kebanyakan perempuan.

"Makanya mereka bingung pengawalnya perempuan pakaiannya apa. Kemudian muncul ide pakai cadar ini. Ide itu sebetulnya sangat spontan, dan tidak ada maksud apa-apa," tegas Muhadjir.

Sebagai Mendiknas, dirinya juga sudah menanyakan langsung Dinas Kebudayaan di sana yang hadir, apakah itu menimbulkan keresahan. Kata mereka tidak ada sama sekali. Justru mereka kaget kenapa menimbul keresahan di luar sana.

"Jadi terlalu jauh sebetulnya kalau kita sampai interpretasikan ke menanamkan radikalisme. Karena memang sama sekali tidak ada kaitannya dengan itu," katanya. [dzk]



Komentar Pembaca
Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Menpora Penasaran Siapa Pelapor Dahnil

Menpora Penasaran Siapa Pelapor Dahnil

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds