Mahasiswa Bergerak, Jokowi Jangan Tenang-Tenang

Politik  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 06:48:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Mahasiswa Bergerak, Jokowi Jangan Tenang-Tenang

Aksi mahasiswa di Aceh/Net

RMOLBanten. Presiden Jokowi jangan anggap enteng demo mahasisa yang sudah bergerak diberbagai darah. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak boleh dipandang sebelah mata lagi.
Imbas dari pelemahan rupiah hingga Rp 15 ribu per dolar telah membuat mahasiswa bangun dari tidurnya.

Aksi mahasiswa dimulai dari ratusan anggota BEM se-Bandung Raya yang menggelar aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Jumat (7/9).

BEM se-Bandung Raya merupakan gabungan dari berbagai perguruan tinggi. Di antaranya BEM Tema UPI, BEM KM Unjani, BEM UIN Bandung, Unisba, Unpas, Unpad, STKS, PIKSI Ganesa, STT Telkom, dan lainnya.

Mereka menuntut agar pemerintah segera merespon pelemahan nilai tukar rupiah.

Aksi dari Bandung ini kemudian bersambut dengan demonstrasi yang dilakukan ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) pada Senin (10/9).

Mereka menduduki ruang paripurna DPRD Riau dan menuntut Jokowi turun tahta karena dianggap gagal menstabilkan rupiah.
 
Aksi selanjutnya digelar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Tugu Simpang Lima, Jalan Sri Ratu Safaruddin, Banda Aceh, Rabu (12/9).

Mereka menilai rupiah telah berdarah-darah dalam menghadapi dolar AS. Sementara di satu sisi, Jokowi acuh dan sibuk dengan pencitraan diri.

Di hari yang sama, di mahasiswa di Makassar juga turun ke jalan. Aksi digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya di depan Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Rabu (12/9).

Sama seperti aksi yang lain, mereka menuntut Jokowi turun jabatan karena tidak mampu mengawal negara Indonesia ke arah yang lebih baik.

Mereka mendesak agar pemerintah segera melakukan stabilitas perekonomian yang ada di Indonesia. Termasuk melakukan normalisasi nilai rupiah yang terus melemah.

Sementara di Lampung, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) M Fauzul Adzim merencanakan akan menggelar aksi pada Sabtu (15/9).

Aksi yang akan digelar saat Jokowi datang di Lampung itu juga akan menyuarakan mengenai kondisi Indonesia yang kian darurat. Menurut Fauzul, Indonesia tidak lagi berada di zona nyaman.

Indonesia dalam keadaan darurat, politik kita tidak sedang berdaulat," ujarnya seperti dikutip dari RMOL Lampung.

Atas alasan itu, dia menyebut bahwa aksinya nanti akan mengambil tema Hilangnya Wibawa Rupiah”.

Aksi itu akan menjadi kali ketiga yang digelar BEM Unila di Lampung. Aksi pertama, mereka gelar ketika Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ke Lampung, Selasa (4/9). Aksi kedua, mereka gelar di Gapura Kota Bandarlampung, depan Simpang Tugu Radin Inten II, Rajabasa, Kota Bandarlampung, Senin sore hingga malam (10/9).

Gejolak mahasiswa di berbagai daerah tersebut menjadi peringatan bagi Jokowi untuk tidak bisa agi tenang-tenang dalam menghadapi pelemahan rupiah. [dhn] 


Komentar Pembaca
Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

Saudi Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

Metafora Negatif Kubu Petahana

Metafora Negatif Kubu Petahana

SENIN, 12 NOVEMBER 2018 , 17:00:00

#PolitisiOnTheRoad: Priyo, Berkarya, Soeharto dan Prabowo
Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds