Terjerat Kasus Korupsi, 3 ASN Banten Belum Dipecat

Hukum  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 22:01:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Terjerat Kasus Korupsi, 3 ASN Banten Belum Dipecat

ASN/Net

RMOLBanten. Pemprov Banten belum mengambil sikap tegas terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya yang berstatus terpidana kasus tindak pidana korupsi. Padahal, instruksi Mendagri Tjahjo Kumolo sudah tegas yaitu pemecatan.

Penjabat (Pj) Sekda Banten, Ino S Rawita membenarkan adanya sejumlah ASN napi korupsi masih belum dipecat. Data yang dirilis melalui surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) merupakan data rekapitulasi sejak Provinsi Banten berdiri pada 2000.

Setelah dikroscek, dari 17 ASN yang terbukti melakukan tipikor hanya tiga diantaranya masih berstatus sebagai ASN.

Sisanya itu sekarang tiga. (14 orang lainnya) sudah pensiun, sebelum inkracht dia mengajukan pensiun jadi pensiun duluan. Sudah keluar (tak berstatus ASN lagi), sudah dari zaman dulu itu. Jadi yang sekarang hanya tiga, masih dalam proses,” katanya.

Ia menjelaskan, dari tiga ASN tersebut salah satunya adalah ASN di Biro Kesra Banten yang tersangkutan kasus korupsi dana hibah. (Rincian kasusnya) lupa. zaman kesra, kasus hibah dan sebagainya,” ungkapnya.

Berdasarkan data dihimpun, kasus tersebut adalah dugaan korupsi dana hibah tahun 2013 senilai Rp 1,1 miliar. Disidangkan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Serang pada 2017.

Masih menurut Ino, untuk nasib tiga ASN tersebut, kata dia, pemprov memastikan akan memberhentikan mereka sebagai tindaklanjut dari SE Mendagri. Pemecatan ketiganya menunggu SK pemberhentian yang ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim (WH).

Nggak ada masalah. (Pemecepatan) tinggal keputusan Pak Gubernur, mungkin sekarang sudah ditandatangani sama Pak Gubernur,” ungkapnya.

Disinggung apakah pemprov akan memberhentikan dana pensiun para eks ASN yang terlebih dahulu pensiun sebelum putusan inkracht, Ino mengaku hal itu tak bisa dilakukan.

Sebelum inkracht mengajukan pensiun, sebelum inkracht (dana) pensiun sudah dapat,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Banten E Kusmayadi mengatakan, pihaknya akan menelaah lebih lanjut, khawatir ada ASN terpidana korupsi yang terlewat. Kajian dan penelitian  akan dilakukan mulai pekan depan. Yang jelas kita akan melakuan pengecekan pada Senin (17/9). Itu 17 ada yang posisinya staf dan pejabat,” tandasnya.

Diketahui, Mendagri Tjahyo Kumolo menerbitkan SE bernomor 180/6967/SJ tertanggal 10 September 2018. Dalam surat tersebut ASN yang melakukan tipikor wajib diberhentikan dengan tidak hormat dipecat apabila sudah inkracht atau putusan hukumnya sudah berkekuatan hukum tetap.[nhd]



Komentar Pembaca
Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

Perang Tagar Hanya Mainkan Emosi Rakyat

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

Demokrat: Artikel Asia Sentinel Abal-abal

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Cilegon Diganjar Penghargaan Kota Layak Anak

Cilegon Diganjar Penghargaan Kota Layak Anak

SELASA, 24 JULI 2018 , 10:23:00

WH Buka Seminar APPSI

WH Buka Seminar APPSI

KAMIS, 26 JULI 2018 , 13:50:00

Potong Sapi Qurban

Potong Sapi Qurban

RABU, 22 AGUSTUS 2018 , 09:51:00