Ada Yang Menolak Revitalisasi Banten Lama, Ini Jawaban WH...

Pariwisata & Budaya  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 00:39:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Ada Yang Menolak Revitalisasi Banten Lama, Ini Jawaban WH...

Rvitalisasi Banten Lama/Net

RMOLBanten. Proses revitalisasi Banten Lama yang digagas oleh Pemprov Banten progres cukup bagus dan bisa dilihat banyak orang. Walaupun begitu ada saja beberapa kelompok protes penolakan terhadap revitalisasi.

Protes tersebut diantaranya muncul dari Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten Mukoddas Syuhada dan Firdaus Gozali.

Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, keduanya sudah dikonfirmasi jauh-jauh hari sebelum penataan Banten Lama dilakukan, bahkan mereka beberapa kali hadir dalam rapat bersama dengan Tim Penataan Kawasan Banten Lama.

Dalam catatan rapat yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten, dimana pada prinsipnya saudara Firdaus Gozali dan Mukoddas Syuhada mendukung penataan kawasan Banten Lama tersebut," katanya di Kota Serang Rabu (10/10).

Dilanjutkan WH, begitu pula Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) sudah dilibatkan dalam pembahasan awal dan sudah dikonfirmasikan untuk diminta pendapatnya.

Kata WH, penolakan itu dirasa sangat aneh bahkan tendensius untuk mendistorsi program-program gubernur.

WH juga menyesalkan saat program ini sedang berjalan dilaksanakan bahkan tahapan pertama penataan halaman sudah diselesaikan ada sekelompok yang tidak berkenan dengan penataan itu.

Keheranan lain, kata WH, saat rapat tidak dimunculkan juga kalau ada status kepemilikan seseorang, karena berdasarkan catatan bahwa tanah tersebut adalah tanah negara atau kesultanan.

"Kalau sekarang diklaim ada tanah pribadi yang sudah ada sertifikat, maka pertanyaannya adalah bahwa apakah mungkin di wilayah kesultanan itu ada tanah -tanah atas nama pribadi ?," tanya Gubernur.

"Dari pembahasan selama satu tahun ini Pemprov Banten tidak menerima laporan, pengaduan atau claim kepemilikan tanah atas nama pribadi yang disertai bukti- bukti kepemilikan tanah pribadi," tambahnya.

Selanjutnya secara faktual bahwa disekitar masjid di Banten Lama itu sudah di paving block sejak lama beberapa tahun kebelakang.

"Selama itu juga tidak ada gugatan atau pernyataan protes pemasangan paving block yang bukan dilakukan oleh Pemprov Banten. Tetapi kenapa penataan yang dilakukan oleh Pemprov Banten harus diprotes," ujarnya.

Tanah-tanah disekitar kawasan Banten Lama, dikatakan Wahidin  ditempati oleh para pedagang yang sejak lama menempatinya, tapi tidak ada yang mempertanyakan atau menggugatnya.

"Kemudian sungai atau kanal disekitar Banten Lama juga sangat kotor, bau, banyak sampah dan berlumpur, selama ini sudah bertahun-tahun tidak ada yang mengusik, kondisi tersebut berdasarkan kesaksian dari masyarakat bahkan peziarah dari berabagai daerah," ucapnya.

Bagi yang menganggap bahwa penataan itu bentuk kesewenang-wenangan merampas hak, atau menganggap telah menghilangkan situs-situs di Banten Lama, Wahidin menyatakan, hal itu harus berdasarkan fakta-fakta di lapangan, pada kenyataanya dan sesuai fakta bahwa situs-situs di Banten Lama tidak ada yang dirubah ataupun dibongkar. [dhn]

Komentar Pembaca
Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Ceramah Ustaz Adi Hidayat

Ceramah Ustaz Adi Hidayat

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

Jokowi Menunduk Ke Mega

Jokowi Menunduk Ke Mega

KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 16:35:00

Airin Jenguk Anak Buah

Airin Jenguk Anak Buah

SELASA, 22 JANUARI 2019 , 10:39:00

The ads will close in 10 Seconds