WH Didesak Anggarkan Uang Insentif Guru Ngaji dan Madrasah

Daerah  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 17:55:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

WH Didesak Anggarkan Uang Insentif Guru Ngaji dan Madrasah

Ishak Sidik/RMOL

RMOLBanten. Gubernur Banten Wahidin Halim atau biasa disapa WH diminta untuk lebih peduli dan perhatian terhadap guru ngaji dan madrasah. Kepedulian itu dengan memberikan insentif berupa honor atau penghargaan seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten/Kota.

Anggota Komisi V DPRD Banten, Ishak Sidik, usai melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kamis (11/10), mengungkapkan, selama ini pihaknya kerap mendapatkan keluhan dari para guru ngaji dan madrasah, lantaran pemprov selama ini kurang memperhatikan kesejahteraan.

"Bukan sering lagi di Kabupaten Serang), mungkin setiap hari saya selalu mendapatkan masukan serta keluhan dari masyarakat pendidik di madrasah dan guru ngaji, kalau honor atau insentif yang selama ini mereka dapat dari Pemkab Serang belum memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Ishak menjelaskan, guru ngaji dan madrasah selama ini telah mendapatkan intensif dari Pemkab Serang, akan tetapi nominalnya masih jauh dari harapan. Dalam satu tahun mereka hanya mendapatkan Rp 600 ribu.

"Jadi kalau dijumlah, intensif yang mereka terima dalam satu bulan cuma Rp 50 ribu," imbuhnya.

Karena itu, kata Ishak, para guru ngaji dan madrasah berharap, ada insentif tambahan dari pemprov dengan alasan untuk meningkatkan kesejahteraan lebih baik lagi.

"Kalau ada insentif dari APBD Banten, ini pastinya akan memberikan semangat lagi kepada para guru madrasah dan ngaji ini. Apalagi tugas mereka itu sangat mulia," ujarnya.

Diakui politisi PAN ini, kondisi perekonomian guru ngaji dan madrasah saat ini berbeda dengan era tahun 90-an. Pada saat ini masyarakat yang fokus kepada profesi tersebut hanya mengandalkan dari pemberian masyarakat yang belajar.

"Kalau dulu, guru ngaji dan madrasah ini memiliki lahan persawahan, sehingga pendapatannya bukan dari pemberian warga yang menggaji, tetapi juga memiliki sawah yang masih bisa ditanami padi, palawija untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Karena itu, pada tahun 2019 mendatang, Pemprov Banten diharapkan menganggarkan alokasi dana khsusus untuk para guru ngaji dan madrasah di delapan Kabupaten/Kota.

"Sekarang sedang ada pembahasan anggaran untuk 2019, saya harap ada pos untuk guru ngaji dan madrasah," harapnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Fakta Dan Pertanyaan Seputar Pertemuan Jokowi-Moffet

Fakta Dan Pertanyaan Seputar Pertemuan Jokowi-Moffet

JUM'AT, 22 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Karyawan Pertamina Tolak Dikambinghitamkan Penguasa

Karyawan Pertamina Tolak Dikambinghitamkan Penguasa

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Ceramah Ustaz Adi Hidayat

Ceramah Ustaz Adi Hidayat

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

Jokowi Menunduk Ke Mega

Jokowi Menunduk Ke Mega

KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 16:35:00

Airin Jenguk Anak Buah

Airin Jenguk Anak Buah

SELASA, 22 JANUARI 2019 , 10:39:00

The ads will close in 10 Seconds