Pasca Operasi Tumor, Kondisi Saroh Terus Membaik

Kesehatan  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 18:42:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Pasca Operasi Tumor, Kondisi Saroh Terus Membaik

Saroh terlihat riang/RMOL

RMOLBanten. Pasca operasi pengangkatan tumor, kondisi Saroh (9 tahun), penderita tumor di bokong terus membaik.  Sejak dioperasi, hingga keesokannya, kondisinya sudah stabil dan terus membaik.
 
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Provinsi Banten, M Yusuf, Kamis (11/10).
   
Yusuf menjelaskan, Saroh terlihat ceria dan terus menyiratkan senyum kebahagiaan, setelah menjalani operasi tumor di bokongnya yang selama ini cukup membebaninya.

Selain itu, kata Yusuf, Saroh selama dalam perawatan RSUD Banten didampingi orang tua angkat dan kader kesehatan, kerap melambaikan tangan kepada setiap pihak yang memberikan bantuan.
 
Saroh dan orang tuanya, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah,” ungkapnya.

Masih menurut Yusuf, penanganan keluhan Saroh dilakukan secara terkoordinasi antara bidan desa Puskesmas Cikeusik, kepala desa, pihak Kecamatan Cikeusik, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten.

Puncaknya, pada Selasa pagi, (9/10) terhadap Saroh dilaksanakan operasi pengangkatan tumor. Operasi dilakukan Tim Dokter RSUD Banten didampingi Wakil Direktur RSUD Banten Bidang  Pelayanan, Drajat Ahmad Putra. Kondisi fisik Saroh stabil dan kooperatif. 

Dalam operasi tersebut, berhasil diangkat sebuah  benjolan pada bokong Saroh dengan diameter sekitar 15 cm. Saat ini, sedang dilakukan observasi atau pemeriksaan lebih lanjut atas benjolan tersebut, untuk memastikan apakah tumor yang diderita Saroh, bersifat ganas atau jinak.

Apabila hasil pemeriksaan tersebut, benjolan tersebut merupakan tumor ganas, penanganan Saroh akan dirujuk ke RS Kanker Dharmais, Jakarta. Tetapi, bersifat tumor jinak, akan dilakukan perawatan di RSUD Banten,” ungkapnya.

Saroh adalah warga Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang. Ia merupakan anak yatim piatu. Ayah dan ibunya sudah meninggal dunia sejak lahir. 

Sejak usia dua bulan, Saroh menderita benjolan pada bagian bokongnya. Tetapi, karena kurang pengurusan benjolan tersebut membesar sejak usia tiga tahun. Saroh hanya bisa pasrah tak bisa membiayai pengobatan terhadap tumor yang menggerogotinya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim, (WH) menaruh perhatian besar terhadap nasib Saroh. Gubernur menyatakan bahwa negara harus hadir dalam setiap permasalahan yang dialami warganya.

"Karena itu, ia memerintahkan aparaturnya untuk respon cepat terhadap Saroh," katanya. [dhn]

 

Komentar Pembaca
Fakta Dan Pertanyaan Seputar Pertemuan Jokowi-Moffet

Fakta Dan Pertanyaan Seputar Pertemuan Jokowi-Moffet

JUM'AT, 22 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Karyawan Pertamina Tolak Dikambinghitamkan Penguasa

Karyawan Pertamina Tolak Dikambinghitamkan Penguasa

KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Ceramah Ustaz Adi Hidayat

Ceramah Ustaz Adi Hidayat

SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 20:31:00

Jokowi Menunduk Ke Mega

Jokowi Menunduk Ke Mega

KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 16:35:00

Airin Jenguk Anak Buah

Airin Jenguk Anak Buah

SELASA, 22 JANUARI 2019 , 10:39:00

The ads will close in 10 Seconds