Ternyata Hari Santri Pelopornya Ulama Banten, Ini Buktinya

Politik  MINGGU, 21 OKTOBER 2018 , 18:43:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Ternyata Hari Santri Pelopornya Ulama Banten, <i>Ini Buktinya</i>

KH Matin Tunjukan Piagam Al-Fathaniyah/Rizki

RMOLBanten. Melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 22 tahun 2015 Presiden Jokowi menetapkan hari Santri Nasional jatuh pada tanggal 22 Oktober 2015 lalu.
Sebelum ditetapkan presiden, para ulama yang tergabung dalam Majlis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten merupakan pionir utama. Hal itu dibuktikan dengan piagam Al-Fathaniyah.

Ketua MPS Banten KH Matin Syarkowi menuturkan sejarah panjang penetapan hari santri berawal pada tahun 2011 lalu saat para ulama di Banten mendeklarasikan MPS.

"Visi kita saat itu ingin menjadikanPesantren Ssalafiyah (Bale Rombengan) sebagai tonggak sejarah pendidikan nasional khususnya Bale Rombeng," katanya ditemui di kediamannya, Minggu (21/10).

Dikatakan KH Matin, pesantren merupakan pendidikan tertua di Indonesia, dibuktikan dengan banyaknya surau-surau di berbagai daerah Nusantara.

"Sejarah pesantren Kobong ini tidak bisa dilepas dari menyatunya Nusantara ini yang harus difahami oleh elemen bangsa khususnya umat Islam," lanjutnya.

Saat itu, melalui MPS Banten para ulama bergerak untuk bagaimana pesantren salafiyah ini terpelihara karena pesantren merupakan warisan sejarah bidang pendidikan.

"Saat itu kami juga menyodorkan kepada legislatif yang ada di Banten tentang perlunya peraturan daerah (Perda) tentang Pesantren Salafiyah," bebernya.

Pada tahun 2014, dikatakan KH Matin, pihaknya kedatangan cawapres Jusuf Kalla (JK). Dihadapan JK saat itu, pihaknya menyodorkan konsep tentang pesantren salafiyah.

"Bagi kami dukung mendukung itu hal yang mudah, tetapi bagaimana dukungan ini mempunyai sisi manfaat karena kita lagi berjuang untuk salafiyah hidup kembali dan negara harus hadir memperkuat posisi pesantren Salafiyah," tegasnya.

Maka, dituturkan KH Matin yang juga Ketua PCNU Kota Serang,  terjadilah kesepakatan yang dituangkan dalam piagam perjuangan Al- Fathaniyah yang ditandangani oleh Jokowi.

"Komitmennya pada tahun 2015 muncul kepres no 22 tentang hari santri nasional. Walaupun kemudian MPS tidak dibunyikan, Al-Fathaniyah tidak dibunyikan tidak masalah yang penting Negara hadir pada konteks yang kita sampaikan itu," terangnya.

"Jadi pesantren di Banten ini sangat punya andil dari awal tentang munculnya hari santri ini. Dengan munculnya hari santri menjadi kebanggan tersendiri. Tapi kan tidak hanya sebatas itu,kita harus tau juga alur sejarah," tukasnya mengakhiri. [dhn]


Komentar Pembaca
Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds