Bawaslu: Mengajak Tidak Memilih Calon Tertentu, Itu Kampanye

Politik  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 08:58:00 WIB | LAPORAN: BUNAIYA FAUZI ARUBONE

Bawaslu: Mengajak Tidak Memilih Calon Tertentu, Itu Kampanye

Bupati Seno Samodro/Net

RMOLBanten. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengaku belum mengetahui laporan dengan Nomor Registrasi 13/LP/PP/RI/00.00/XI/2018 sudah diterima pihaknya dari Advokat Pendukung Prabowo. Baca: Sebut Prabowo As*, Bupati Boyolali Dilaporkan Ke Bawaslu Dan Bareskrim
Laporan terkait Pidato Bupati Boyolali Seno Samodro yang diduga memobilisasi massa dan menyebut Prabowo As*. Tim advokat selain melaporkan ke Bawaslu juga melaporkan ke pihak kepolisian.

Bisa jadi Bupati Boyolali ini akan berujung pada sanksi administrasi pelanggaran pemilu, atau bahkan masuk ranah pidana.

"Belum tahu saya, kapan," katanya kepada wartawan di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (5/11) kemarin.

Yang pasti, menurut Bagja, sepanjang seorang kepala daerah mendukung salah satu pasangan calon tidak dilakukan dalam fungsi kedinasan atau sudah dalam masa cuti kampanye maka itu suatu hal yang lumrah.

"Sepanjang tidak dilakukan dalam fungsi dinas termasuk dalam cuti kampanye silakan," ujarnya.

Namun begitu, jika kampanye dilakukan di luar jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum atau dalam rapat umum maka jelas-jelas tidak boleh.

"Ya tidak boleh ada kampanye rapat umum pada saat ini. Bisa kita hentikan itu kampanye, bisa kita tegur yang bersangkutan," kata Bagja.

Sebelumnya, dalam Forum Boyolali Bermartabat, Bupati Seno menyerukan warganya untuk tidak memilih capres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Bagja menekankan bahwa mengajak orang untuk tidak memilih calon tertentu sama saja dengan kampanye.

"Ya sama, kan kayak (istilah) dua periode itu kan jelas siapa orangnya. Ganti presiden, itu kampanye," jelasnya.

Dia memastikan bahwa jika ada laporan masyarakat terkait kepala daerah yang melakukan pelanggaran kampanye maka akan mendapat sanksi administrasi maupun pidana.

"Kalau pidana ada laporan atau temuan dari Gakkumdu," demikian Bagja.

Selain melapor ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran pasal 282 junto pasal 306 junto pasal 547 UU 7/2017 tentang Pemilu, Advokat Pendukung Prabowo juga melaporkan Bupati Seno ke Bareskrim Polri lantaran pernyataannya yang dianggap menghina Prabowo. [dhn]  

Komentar Pembaca
Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds