Andi Arief: Kritik Perda Agama, PSI Dibentuk Untuk Islamophobia

Kota Serang  SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 08:52:00 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Andi Arief: Kritik Perda Agama, PSI Dibentuk Untuk <i>Islamophobia</i>

Grace Natalie/Net

RMOLBanten. PSI tidak akan pernah mendukung peraturan daerah (Perda) yang berlandaskan agama. Begitu, pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie.
Namun, ungkapan Grace tadi berbuntut kritikan, termasuk politisi. Petinggi Demokrat bahkan melihat PSI dibentuk untuk Islamophobia
"Soal akan menolak Perda Syariah adalah soal frustrasi pada kenyataan, lalu mencari target minimun. Target minimumnya duduk di DPRD kabupaten dan Propinsi. Cukup realistis, tidak besak pasar dari tiang," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, pagi ini (Selasa, 13/11).

Andi Arief berkenang, dulu Partai Rakyat Demokratik (PRD) dibentuk untuk membuka demokrasi, tidak disiapkan duduk di Parlemen. 

"PSI kelihatannya dibentuk untuk Islamophobia mendapat gelanggang, juga tidak serius duduk di Parlemen. PRD berhasil membuka demokrasi, PSI memperbesar ketegangan. Ini pendapat saya pribadi," sergah Andi Arief
"Anak muda berkumpul itu kekuatan. Tetapi kalau salah asuhan, maka muda adalah sia-sia," imbuh Andi Arief.

Menurut Andi Arief, takut pada perda syariah itu contoh salah asuhan. Bagaimna mungkin bisa demokrasi, menolak sebuah produk bila dicapai dengan cara demokrasi. Bagaimana mungkin anak-anak muda dicekoki sejarah yang salah soal kekhususan Papua dan Aceh.

"Ada kecenderungan yang kontradiktif, di satu sisi menginginkan kebebasan yang seluas-luasnya. Di sisi lain berupaya melarang sebesar-besarnya. Kami boleh bebas, tetapi anda tidak boleh, nanti jadi syariah. Mungkin dulu Belanda juga bilang pada kaum pergerakan hal yang sama," demikian Andi Arief. [dhn]

Komentar Pembaca
Senyum Usai PKB

Senyum Usai PKB

KAMIS, 09 MEI 2019 , 17:22:00

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

Pemilu Ulang Di Jakarta Sepi

SABTU, 27 APRIL 2019 , 17:29:00

Kemenangan Indonesia

Kemenangan Indonesia

SABTU, 20 APRIL 2019 , 00:27:00

The ads will close in 10 Seconds