Pemkot Cuek, Demo HUT Tangsel Berujung Bentrok

Daerah  SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 18:21:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Pemkot Cuek, Demo HUT Tangsel Berujung Bentrok

Demo mahasiswa di Pemkot Tangsel/ARS

RMOLBanten. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Tangerang Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Pemkot Tangsel, Selasa, (27/11).

Aksi mahasiswa mengkritisi pembangunan Pemkot Tangsel di HUT ke-10 ini berakhir bentrok.

Massa sudah berkumpul di depan pagar masuk Gedung Pemkot sekitar pukul 13.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor dan satu kendaraan komando.

Orasi tentang kritikan rapor merah atas pembangunan di Tangsel terus bergaung.
Namun, sayangnya perwakilan Pemkot Tangsel tak satupun menemui massa. Akibatnya, massa dari gabungan organisasi mahasiswa pun terlibat dorong mendorong dengan Satpol PP dan Polisi yang berjaga.

Hendak merangsek masuk ke halaman Pemkot Tangsel, petugas pun sigap menjaga dengan pagar betis. Aksi dorong mendorong pun tak terhindarkan.

Bahkan, sejumlah massa terlibat baku hantam dengan polisi dan Satpol PP. Akhirnya, massa pun mundur. Tak hanya disitu, bentrokan pun terjadi saat massa hendak membakar ban.

Koordinator aksi Aan Widya mengatakan, kegagalan-kegagalan Pemerintah Kota Tangsel, mulai dari ratusan pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) yang harus menunggu pengobatan dan perawatan.

Dunia pendidikan penuh dengan manipulasi, pungutan liar dan honorer hingga bertahun-tahun.
"Ibu Walikota tahu di RSU, 700 pasien setiap harinya harus menunggu, untuk diobati. Dari jam 4 pagi sampai jam 4 sore. Dunia pendidikan yang sarat pungutan. Mana. Katanya Tangsel kota yang cerdas dan modern. Disini malah bangun Menara Pandang, yang sejak 2017, tidak selesai sampai sekarang. Bisanya cuma buang-buang duit," katanya.

Sementara itu, pengunjuk rasa lainnya, Sahad menyatakan Walikota Tangsel sudah mencederai visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Misi yang pertama sudah dikhianati. Katanya membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Sementara dunia pendidikan masih acak-acakan. Bagaimana mau membangun SDM yang berkualitas," tandasnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds