HUT LEBAK 190

Puluhan Mahasiswa GMNI Geruduk Kantor Pemda Lebak

Kabupaten Lebak  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 14:40:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Puluhan Mahasiswa GMNI Geruduk Kantor Pemda Lebak

Aksi GMNI di Kantor Pemda Lebak/RMOL

RMOLBanten. Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lebak melakukan aksi unjuk rasa dalam momentum memperingati HUT ke-190 Kabupaten Lebak.

Dalam orasinya mahasiswa menyerukan kepada Pemda Lebak untuk tidak melupakan persoalan kemanusiaan. Aksi sendiri digelar di halaman Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak, Kamis (6/12).

Koordinator aksi, Sandy Maulana mengatakan, usia yang ke-190 tahun  adalah usai yang sudah sangat tua. Lebak seharusnya bisa lebih maju dalam semua bidang. Tetapi faktanya, Lebak saat ini masih menjadi daerah tertinggal di Banten.

"Berusia 190 tahun bukan usia yang muda seharusnya Kabupaten Lebak sudah menjadi kabupaten yang maju dari segi infrastuktur, ekonomi , pendidikan dan kesehatan, tapi hingga hari ini Kabupaten Lebak masih dicap menjadi kabupaten yang tertinggal," kata Sandy dalam keterangan yang diterima redaksi Kantor Berita RMOL Banten.

Selain itu, menurut Sandy, dalam persoalan kemanusiaan Kabupaten Lebak masih belum tanggap. Bahkan, banyak persoalan yang luput dari perhatian pemangku kekuasaan.

"Mulai dari isue kekerasan perempuan dan anak yang dimana para korban sangat enggan melaporkan kejadian tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi pemerintah Kabupaten Lebak dibidang perlindungan tersebut dan ketidak tahuan kemana mereka harus melaporkan dan berlindung," ucapnya.

Terutama, ujar Sandy, warga yang berasal dari pelosok dan para perempuan tentunya yang sering menjadi korban kekerasan seksual.

Menurutnya pada pasal 1 nomor 2, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak disebutkan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya.

Undang-undang mengatur itu agar anak-anak dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

"Ini menjadi tugas penting pemerintah karena menyangkut nilai nilai kemanusiaan dan sudah jelas dipancasila disebutkan," ujarnya.

Pada aksi tersebut GMNI menuntut Pemda Lebak untuk memberikan dan membuat tempat pelayanan serta pengaduan disetiap pelosok-pelosok desa yang jauh dari pusat kota untuk mencegah adanya diskriminasi anak dan perempuan, dan lebih giat menyosialisasikan tentang hal tersebut.

"Meminta pemerintah daerah untuk mendesak pemerintah pusat agar segera menyelesaikan dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual," katanya.

GMNI juga menuntut pemerintah harus lebih fokus memantau prosedur pengelolaan limbah sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan (RKL), Rencana pemantauan lingkungan(RPL) dan analisis dampak lingkungan (amdal) agar tidak merugikan warga sekitar.

Selain itu, tentunya tidak berdampak buruk bagi pariwisata yang juga menunjang perekonomian dikabupaten lebak.

"Segera untuk memperbaiki beberapa bangunan bernilai sejarah yang ada dikabupaten lebak," ujarnya. [dhn]

Komentar Pembaca
Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

Surya Paloh Tidak Menegakkan UU Pers

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Menpora Penasaran Siapa Pelapor Dahnil

Menpora Penasaran Siapa Pelapor Dahnil

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

Ban Lion JT-610 Tiba Di Jakarta

MINGGU, 04 NOVEMBER 2018 , 08:39:00

Bengkel Motor Kasih Sayang

Bengkel Motor Kasih Sayang

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 17:16:00

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

Keluarga TB Chasan Deklarasi Dukung Jokowi

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 , 18:47:00

The ads will close in 10 Seconds