Oh BMKG, Kami Butuh Sebelum Tsunami

KATA BUNG JOKER  SELASA, 25 DESEMBER 2018 , 09:29:00 WIB

<i>Oh</i> BMKG, Kami Butuh Sebelum Tsunami

Tweet yang dihapus/Repro

TSUNAMI di Selat Sunda meluluhlantahkan wilayah pantai Tanjung Lesung, Carita, Anyer dan wilayah Lampung, pada Sabtu (21/12) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Update korban meninggal sampai (Senin, 24/12) pukul 17.00 WIB sore  mencapai 373 orang, 1.459 orang luka-luka dan yang masih dinyatakan hilang mencapai 128 orang. Ini hanya data sementara, diperkirakan korban akan terus bertambah.
Objek pantai di Banten pada hari itu memang ramai. Libur yang cukup panjang  menyebabkan konsentrasi di daerah pantai padat.

Selain keluarga yang berlibur, instansi-instansi juga banyak yang melakukan kegiatan seperti gathering dan pelatihan. Pun termasuk rombongan PLN dan Kemenpora.

Mereka menjadi korban keganasan air laut yang tidak ada prediksi sebelumnya. Kondisi alam pun terang pada saat sebelum kejadian, malam bulan purnama.
BMKG Salah Prediksi

Saat kejadian justru tweet dari BMKG ini menyatakan tidak ada tsunami alias cuma air pasang. Sontak BMKG atau Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika menjadi sorotan.

Tweet yang menyatakan cuma air pasang pun dihapus diganti pengumuman tsunami.
Tweet BMKG awal itu berbunyi #BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami malam ini. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang," tulis akun Twitter BMKG.

Kicauan BMKG tersebut kemudian hilang dari twittland  @infoBMKG pada pukul 01.08 WIB, Minggu (23/12) dini hari. Baca: Hapus Kicauan Gelombang, BMKG Nyatakan Tsunami Banten

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Minggu (23/12) meralat bahwa naiknya air laut ke sejumlah kawasan pantai di Banten dan Lampung adalah tsunami.

"Mencermati peristiwa tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten pada tanggal 22 Desember 2018, malam hari sekitar pukul 21.27 WIB maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan hal tersebut tsunami," Rahmat Triyono.

Menurut Rahmat, diduga tsunami yang terjadi akibat aktiftas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

BMKG pun disoal, Lembaga ini kesannya hanya bisa memberikan penjelasan soal tsunami. Sementara bencananya sudah terjadi, meluluhlantakkan daratan, merenggut nyawa ratusan orang.

Sementara keluarga meratapi korban, para pejabat BMKG hanya bisa memberikan penjelasan: bencana ini ada di sini, kerusakannya di sini, yang meninggal segini, yang luka segini, yang hilang segini.

Yang jadi pertanyaan, kenapa BMKG tidak bisa memberikan peringatan dini akan adanya bahaya bencana? 

Kenapa warga yang berada di areal rawan bencana tidak diberikaan persiapan sewaktu-waktu menghadapi bencana?
Kalau BMKG cuma bisanya menjelaskan setelah bencana itu bukan tindakan preventif. Suara kekecewaan "Bubarkan BMKG" pun terdengar nyaring di dunia maya.

Ada apa BMKG?

Kejadian Palu pun sama tidak ada tsunami awalnya sampai kemudian diralat kembali. Kejadian Lombok dan Palu yang terbaru harusnya menjadi konsen pemerintah untuk meng update dan meng upgrade peralatan pemantau atau pendeteksi musibah tsunami ini.
Kita memang tidak bisa melawan takdir dari Tuhan yang maha kuasa, tapi manusia bisa berusaha mendeteksinya supaya tidak terlena.

Pernyataan pemerintah termasuk Presiden Jokowi yang menyalahkan peralatan BMKG tidak berpungsi dengan baik saat kejadian hanyalah pernyataan membela diri. Pun dengan instruksi untuk meremajakan peralatan BMKG ini.

"Ke depan saya sudah perintahkan juga ke BMKG untuk membeli alat-alat deteksi warning sistem yang bisa memberikan peringatan sejak dini kepada kita semua," kata Jokowi di Mutiara Carita Resort, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (24/12).

Kenapa sih tidak sejak Lombok dan Palu yang terkini? Duh Gusti.

Pemprov Bergerak Cepat

Kita pun perlu mengapresiasi langkah cepat Pemprov Banten dibawah kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika. Keduanya responsif dengan kejadian yang terjadi di wilayahnya. Pun dengan Bupati Pandeglang Irna Naulita dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Semuanya turun kelapangan dan bersinergi dengan pihak TNI, pihak kepolisian, relawan yang terlebih dulu berada di lokasi musibah tsunami.

Wahidin Halim langsung mengerahkan excavator dan loader. Pemprov mendrop bantuan alat-alat berat ke lokasi Bencana. Alat-alat berat sudah dikrimkan sejak Sabtu malam (22/12). Alat berat tersebut berupa excavator dan loader.  

Alat-alat tersebut untuk membantu evakuasi korban-korban yang masih terjebak dan membersihkan puing-puing yang menghalangi akses evakuasi. Dalam berbagai kesempatan Gubernur memerintahkan aparatur Pemprov Banten untuk  benar-benar mempersiapkan , penanggulangan bencana secara cepat.

"Apabila di BPBD Provinsi Banten masih kurang, kita langsung minta ke pusat melalui BNPB,” ujar Gubernur.  

Selain itu, ratusan tim medis juga dikerahkan untuk merawat para korban. Rumah sakit yang berada di wilayah Banten pun siaga menghadapi rujukan korban tsunami ini. Langkah cepat ini perlu mendapat apresiasi dari semua pihak.

Dalam kesiapsiagaan ini Pemprov Banten seperti sudah pengalaman menghadapi paska bencana.

Namun sekali lagi sayang BMKG tidak bisa mendeteksi dini kejadian, bukan hanya di Banten dan Lampung. Presiden Jokowi pun dengan kejadian ini memerintahkan membeli alat pendeteksi tsunami terkini.

Duhh, padahal Palu menjadi saksi peringatan tsunami diakhiri. [***]




Komentar Pembaca
Setelah Istri

Setelah Istri

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019

Magis Sakti Ucapan Selamat Prabowo
Pilihan Jokowi Di Kabinet Jomin

Pilihan Jokowi Di Kabinet Jomin

JUM'AT, 05 JULI 2019

Negeri Kita

Negeri Kita

SABTU, 25 MEI 2019

Yang Gugur Tidak Bisa Dihitung Jari, Sikap Saya KPU Abai
Pemilu 7 Tahap

Pemilu 7 Tahap

SELASA, 23 APRIL 2019

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds